Menuju konten utama

Kemenkes: 46 Persen Siswa Sekolah Rakyat Alami Masalah Gigi

Kemenkes melaporkan hasil temuan kegiatan CKG di sekolah rakyat dari seluruh wilayah Indonesia.

Kemenkes: 46 Persen Siswa Sekolah Rakyat Alami Masalah Gigi
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi usai melakukan tinjauan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hasil temuan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah rakyat dari seluruh wilayah Indonesia. Terdapat tiga masalah utama yang ditemukan dari murid-murid sekolah rakyat, salah satunya 46 persen anak mengalami permasalahan gigi.

“Ada 72 sekolah rakyat. Ternyata tiga masalah utama, yang pertama anak-anak giginya bermasalah 46 persen,” kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, usai melakukan tinjauan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Pemerintah ingin membiasakan agar kegiatan CKG di sekolah bisa dilakukan tiap tahun. Hal ini bertujuan agar anak-anak Indonesia terbiasa menerapkan hidup sehat. Di samping itu, pelaksanaan CKG secara rutin agar memantau kondisi kesehatan para murid, sehingga harapannya sedikit demi sedikit permasalahan kesehatan bisa berkurang.

“Ini nanti akan makin maju ya, semoga seiring waktu berjalan, semakin sedikit masalah kesehatan yang kita temukan. Nomor satu tadi masalah gigi lalu nomor dua masalah kebugaran,” jelas Maria.

Maria juga menyebut adanya temuan permasalahan kesehatan utama dari para murid sekolah rakyat, yaitu penyakit anemia. “Itu yang kita temukan di sekolah rakyat, tentu nanti pola mungkin berbeda-beda sehingga nanti ada dua tindak lanjutnya,” terangnya.

Diketahui, Kemenkes bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2025). Maria menyebut sebanyak 11 petugas kesehatan dari Puskesmas Gambir turut serta dalam pelaksanaannya.

Katanya, setiap anak diberikan kartu kecil berupa keterangan kesehatan, per anak. Nantinya, hasil kesehatan per anak akan diserahkan ke Puskesmas. Nantinya, apabila terdapat indikasi masalah kesehatan yang perlu membutuhkan tindakan lanjut, maka akan ditangani oleh pihak Puskesmas.

“Sehingga hasilnya nanti kalau ada yang perlu ditindaklanjuti di Puskesmas, ditindaklanjuti di Puskemas. Tapi tentu tergantung pola masalah kesehatan yang ditemukan di suatu sekolah,” katanya.

“Nanti Puskesmas dengan sekolah akan melakukan tindak lanjut yang sifatnya kelompok. Jadi misalnya yang kebugarannya kurang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 02 Cideng, Jakarta Pusat, Ratna Utami Ningsih, menyatakan total jumlah murid yang mendapatkan fasilitas CKG adalah sebanyak 305 siswa dari kelas 1 hingga 6.

“Untuk pelaksanaan ini satu hari ya, jadi dimulai dari tadi ruangan 1, di ruangan 1 itu ada pendaftaran, lalu ada pemeriksaan tinggi badan berat badan, ada pemeriksaan tekanan darah, dan ada pemeriksaan gigi,” jelas Ratna kepada wartawan di lokasi.

Setelah itu, beber Ratna, para murid dibawa ke ruangan 2 untuk dilakukan pemeriksaan mata hingga telinga. Lalu, dilanjutkan pengecekan kebugaran murid, yang mana nantinya mereka diminta untuk berlari sejauh 1 kilometer (km).

Baca juga artikel terkait CEK KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama