Menuju konten utama

Kemenhub Tegur Batik Air soal Pilot & Kopilot Tertidur di Udara

Kemenhub menegur Batik Air atas insiden pilot dan kopilot yang tertidur selama penerbangan Kendari-Jakarta pada 25 Januari 2024 lalu.

Kemenhub Tegur Batik Air soal Pilot & Kopilot Tertidur di Udara
Pesawat tinggal landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/10/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan teguran keras kepada Batik Air atas insiden pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur selama penerbangan Kendari-Jakarta. Insiden ini terjadi pada Kamis, 25 Januari 2024, penerbangan Batik Air ID6723, Airbus A320-214, tidak dapat dihubungi sekitar 28 menit selama penerbangan domestik karena kedua pilot tertidur.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), M. Kristi Endah Murni, pihaknya juga akan melakukan investigasi secara khusus terkait kasus tersebut.

Endah mengatakan maskapai perlu memerhatikan waktu dan kualitas istirahat pilot dan awak pesawat lainnya, yang memengaruhi kewaspadaan dalam penerbangan.

“Kami akan melakukan investigasi dan review terhadap Night Flight operation di Indonesia terkait dengan Fatigue Risk Management (manajemen risiko atas kelelahan) untuk Batik Air dan juga seluruh operator penerbangan,” kata Endah dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2024).

Selanjutnya, kata dia, untuk kru BTK6723 telah di-grounded sesuai SOP internal untuk investigasi lebih lanjut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga akan mengirimkan inspektur penerbangan yang menangani resolusi of safety issue (RSI) untuk menemukan akar permasalahan dan merekomendasikan tindakan mitigasi terkait kasus ini kepada operator penerbangan dan pengawasnya.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan apresiasi terhadap KNKT serta menanggapi serius kasus Batik Air. Kami tegaskan bahwa sanksi akan diberlakukan sesuai dengan hasil investigasi yang ditemukan oleh tim investigator," tutur Endah.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan investigasi atas insiden pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur selama penerbangan Kendari-Jakarta.

Dokumen investigasi ini ditandatangani oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono pada 27 Februari 2024. KNKT menyebutkan pada penerbangan pertama dari Bandara Soetta dijadwalkan berangkat pukul 02.55 WIB dan awak pesawat harus masuk pukul 01.25 WIB.

“Selama persiapan penerbangan, kopilot memberi tahu pilot yang bertugas bahwa dia tidak beristirahat dengan cukup," seperti dikutip dari dokumen KNKT, Sabtu.

Saat penerbangan ke Kendari, kapten pilot menyarankan kopilotnya untuk tidur sejenak, karena mengeluh kurang istirahat. Kopilot sempat tidur 30 menit, penerbangan dan pendaratan di Kendari masih lancar. Ketika menunggu transit, kedua pilot sempat memakan mie instan.

Lalu kru bersiap untuk proses terbang kembali ke Jakarta, pesawat dengan nomor penerbangan BTK6723 dikomandoi kopilot yang bertugas sebagai pilot yang menerbangkan pesawat (pilot flying). Setelah lepas landas, setengah jam kemudian kapten pilot (pilot monitor) meminta izin untuk istirahat. Lalu kopilot pun mengerjakan tugas sebagai pilot monitor sekaligus pilot flying.

Komunikasi masih terjalin dengan pemandu lalu lintas udara seperti soal cuaca dan status penerbangan. Hingga pada pukul 02.11 atau sekitar 28 menit setelah transmisi dengan pilot terakhir, kapten pilot terbangun dan sadar bahwa pesawat tidak berada di jalur penerbangan yang seharusnya.

“Kapten pilot kemudian melihat kopilot tidur dan membangunkannya," kutip laporan tersebut.

Baca juga artikel terkait BATIK AIR atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Bisnis
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Maya Saputri