Menuju konten utama

Kemenag Bantah Adanya Tudingan Fenomena Petugas Haji Nebeng

Hilman menegaskan, penyelanggaraan Haji 1446 H secara umum berjalan lancar lantaran biaya haji turun, fasilitas baik dan layanan jemaah yang bagus.

Kemenag Bantah Adanya Tudingan Fenomena Petugas Haji Nebeng
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, meninjau maktab .FOTO/MCH 2025

tirto.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, membantah informasi bahwa ada petugas haji yang sekadar nebeng untuk ikut haji. Ia meyakini bahwa seluruh petugas haji menjalankan fungsinya masing-masing sehingga menangani permasalahan yang ada dengan baik.

“Mungkin dari BP Haji menemukan itu. Tapi secara umum para petugas bekerja keras dan berjibaku di lapangan menyelesaikan masalah-masalah yang muncul. Alhamdulillah bisa diatasi,” kata Hilman saat dihubungi Tirto, Kamis (12/6/2025).

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Indonesia, Danhil Anzar Simanjuntak, menemukan adanya petugas haji yang hanya sekedar nebeng agar dapat ikut melaksanakan haji, alih-alih melakukan pekerjaannya sebagaimana mestinya.

“Ada juga petugas yang kita temukan itu nebeng-nebeng haji. Jadi ada petugas haji daerah (PHD) yang hanya nebeng, tetapi tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” kata Danhil dalam konferensi pers di Kantor BP Haji, Jakarta, Rabu (11/6/2025) malam.

Kemudian, Hilman menegaskan, penyelanggaraan Haji 1446 H secara umum berjalan lancar. Ia mengacu pada biaya haji yang menurun, fasilitas cukup baik, layanan kepada jamaah bagus, serta petugas yang berkomitmen.

“Puncak haji berjalan baik di Arafah dan semua jamaah mendapatkan tempatnya. Evakuasi jamaah dari Arafah selesai jam 03.30 pagi,” katanya.

Namun, dia tak menampik adanya sedikit keterlambatan dalam evakuasi jamaah di Muzdalifah lantaran masalah kemacetan. “Di Muzdalifah ke Mina ada sedikit keterlambatan karena macet total, tetapi masih bisa selesai dalam batas toleransi. Lambat 40 menit dari target jam 09.00 menjadi jam 09.40,” katanya.

“Di Mina sangat padat dan ada komposisi yang kurang berimbang karena kedatangan beda waktu ke tenda. Sebagian jamaah melakukan “tanazul” (memilih tidur di hotel dari pada di tenda) secara mandiri. Saat ini Kemenag mengawal seluruh proses kepulangan jamaah,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher