tirto.id - Keluarga Sutrimo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih hasil ekshumasi atau pembongkaran makam yang dilakukan pada 12 Agustus 2026. Penagihan ini, dilakukan melalui pengajuan permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
Sutrimo, mantan pegawai mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal dunia di sebuah klinik kecantikan di Jakarta Selatan. Kematian Sutrimo terjadi di tengah proses penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah oleh Kejagung dan hingga kini masih menyisakan misteri.
"Kami memang sengaja datang ke Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan SP2HP," kata Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
Aan mengatakan, permintaan hasil ekshumasi ini dilakukan lantaran pihak Polda Metro Jaya sempat menargetkan hasilnya akan keluar pada pekan lalu. Namun pihak keluarga mengaku, hasil ekshumasi belum diterima hingga saat ini.
"Kami memang sampai kemarin informasi masih kontak-kontakan dengan penyidik masih belum ada," ujar Aan.
Dalam permohonannya, keluarga juga mengungkit soal ponsel milik Sutrimo yang belum ditemukan sejak kejadian meninggal dunia hingga proses ekshumasi dilakukan.
Kemudian, Aan juga mengatakan bahwa keluarga mencurigai pegawai Kejagung, Febrio Adiono, sebagai pihak yang mengetahui dan menjadi saksi kunci atas misteri kematian Sutrimo.
Kecurigaan tersebut timbul lantaran Febrio merupakan pihak yang pertama kali mengantar Sutrimo ke rumah sakit dan mengambil keputusan sepihak untuk tidak dilakukan autopsi.
"Ya satu di satu sisi dia juga ternyata orang yang mengambil keputusan, saya tidak tahu apakah dia atas kehendaknya sendiri apa perintah atasan begitu kan, dia yang memutuskan untuk tidak dilakukan otopsi dan jenazah dikirim hari itu juga tanpa memberitahukan kepada kami keluarga almarhum Sutrimo terkait dengan keberadaan kondisi fisik pada saat almarhum Sutrimo ditemukan, yaitu ditemukan busa pada mulut dan hidung," ucap Aan.
Menurut Aan, hingga saat ini, penyidik belum pernah memeriksa Febrio untuk dimintai keterangan terkait kematian Sutrimo. Padahal, Febrio dinilai sebagai saksi vital atas kejadian ini.
Keluarga juga menduga bahwa Febrio menjadi pihak yang mengetahui lokasi ponsel Sutrimo yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Pasalnya, keluarga mendapatkan panggilan dari ponsel Sutrimo yang mengabarkan soal kematiannya. Keluarga menduga ponsel Sutrimo berada dalam penguasaan pihak yang mengenal Sutrimo.
Lebih lanjut, Aan juga mengungkapkan bahwa terdapat transferan uang dari Rp5 juta sebelum kematian Sutrimo yang diduga berasal dari seorang perempuan inisal YLD yang diduga ajudan Febrie Adriansyah.
"Kami cek tadi memang betul ada uang masuk Rp5 juta. Namanya pengirimnya perempuan, inisialnya YLD," ucap Aan.
Dia menduga, kiriman uang ini berkaitan dengan perintah dari Febrie Adriansyah agar Sutrimo yang saat itu berada di Banyumas kembali ke Jakarta.
Kata Aan, Sutrimo sengaja pulang kampung karena takut atas penggeledahan di kediaman mantan majikannya terkait proses dugaan korupsi dan pencucian uang.
Menurut Aan, saat hendak kembali ke Jakarta Sutrimo tidak memiliki ongkos. Namun, akhirnya difasilitasi oleh Febrie. Oleh karena itu, keluarga menilai bahwa jejak transaksi tersebut dapat menjadi penunjuk untuk membuka misteri kematian Sutrimo.
Sementara, Aan mengatakan bahwa pihak keluarga telah mengirimkan surat kepada pihak Febrie Adriansyah yang dijawab oleh putranya dan menyatakan bahwa Febrie akan kooperatif membantu dan meminta waktu. Namun, kata Aan, pihak Febrie menyatakan tidak tahu menahu soal keberadaan ponsel Sutrimo.
"Sementara kami juga kan memang tanggal 14 Agustus kemarin sudah bersurat ke Pak Febrie dan kebetulan yang jawab kuasa hukumnya dari Mas Agam, putranya. Jadi putranya mewakili dengan kuasa hukum menyampaikan ke kami pada prinsipnya mereka akan kooperatif membantu dan minta waktu. Adapun terkait dengan HP memang Mas Agam sendiri tidak tahu-menahu," kata Aan.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































