Menuju konten utama

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Status Tanggap Darurat

Pemkab Tangerang tetapkan tanggap darurat kebakaran TPA Jatiwaringin. BNPB kerahkan dua helikopter water bombing, 52 warga telah dievakuasi.

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Status Tanggap Darurat
Kebakaran di TPA Jatiwaringin pada Rabu (01/07) meluas hingga 15 Hektar Pemkab Tangerang tetapkan tanggap darurat bencana. Foto /Rhomi Ramdani
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, yang terbakar sejak Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan status tanggap darurat telah ditetapkan untuk mempercepat koordinasi penanganan kebakaran bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.

"Sudah, sudah kita tetapkan menjadi tanggap darurat," ujar Taufik saat dihubungi wartawan, Rabu 1 Juni 2026.

Menurut Taufik, berdasarkan data sementara, sebanyak 52 jiwa dari 30 kepala keluarga telah dievakuasi akibat terdampak asap pekat yang berasal dari kebakaran TPA Jatiwaringin.

BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu melakukan pemadaman kebakaran TPA dari udara,

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, menginstruksikan jajarannya untuk segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat upaya pemadaman..

"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," tegas Suharyanto.

Menurut Suharyanto, helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 telahdireposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu 1 Juni 2026.

Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare. Petugas juga memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. "Upayakan segera dipadamkan," tambahnya

Berdasarkan pantauan dilapangan hingga Rabu, 1 Juli 2026, pukul 12.35 WIB, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik dengan kepulan asap pekat yang membumbung tinggi dan mengganggu jarak pandang di sekitar lokasi.

Proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah plastik dan bahan mudah terbakar lainnya. Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, tim kesehatan telah disiagakan guna memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga telah dibagikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Hendra Friana