tirto.id - Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dikelola dengan sistem digital sehingga aktivitas koperasi dapat dipantau secara terbuka.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan transparan sekaligus mendukung distribusi berbagai program dan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menurut Joao, sistem digital yang tengah disiapkan akan memungkinkan data dan aktivitas koperasi diakses secara real time oleh berbagai pihak terkait. Dengan mekanisme tersebut, pengelolaan koperasi diharapkan lebih akuntabel serta mampu mendukung pengawasan terhadap distribusi barang dan program pemerintah.
“Seluruhnya. Jadi nanti hari ini, detik ini, seluruh kementerian, presiden pun bisa mengakses,” kata Joao saat ditemui usai acara Indonesia Summit 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/06/2026).
Lebih lanjut, Joao menjelaskan bahwa KDKMP tidak hanya dibangun sebagai gerai usaha atau minimarket desa, tetapi juga berfungsi sebagai jaringan distribusi yang menghubungkan berbagai program pemerintah dengan masyarakat di tingkat desa.
“Yang banyak dibahas itu Koperasi Merah Putih itu lebih kepada fisik bangunan dan gerai minimarketnya. Padahal, Koperasi Merah Putih ini inti atau utamanya adalah suatu jaringan distribusi yang dibangun oleh negara,” ujarnya.
Melalui jaringan tersebut, berbagai produk subsidi maupun program pemerintah dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Selain itu, produk-produk UMKM dan hasil pertanian desa juga diharapkan memiliki akses distribusi yang lebih luas.
“Untuk memastikan bahwa produk-produk subsidi itu bisa didistribusikan langsung kepada pihak-pihak yang berhak mendapatkan atau yang dituju oleh subsidi tersebut,” ujar Joao.
Joao mengatakan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi barang dan program pemerintah, tetapi juga dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi.
Setiap koperasi nantinya akan dikembangkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing, mulai dari penyediaan sarana produksi, dukungan pembiayaan, hingga pemasaran hasil produksi masyarakat. Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi lokal sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
"Kita berharap koperasi nanti akan menjadi penggerak daripada ekonomi nasional," kata Joao.
Selain itu, Agrinas juga menyiapkan dukungan logistik dan pusat distribusi untuk memperpendek rantai pasok yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen. Melalui sistem tersebut, hasil pertanian dari desa diharapkan dapat tersalurkan langsung ke pasar dengan harga yang lebih adil, sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah.
“Di dalam koperasi itu kita sediakan logistik untuk mampu menghantar barang-barang hasil pertanian sampai langsung ke konsumen sehingga harga menjadi fair price,” jelasnya.
Sebelumnya, Joao menjelaskan, peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen distribusi dan penggerak ekonomi desa saat ditemui usai Indonesia Summit 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, sistem yang transparan dan terdigitalisasi akan membantu memangkas rantai distribusi serta menciptakan harga yang lebih adil bagi petani dan konsumen.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































