Menuju konten utama

Kawanan Monyet Masuk ke Permukiman di Tangsel, Warga Khawatir

Seorang anak usia empat tahun jadi korban gigitan monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman warga di Rawa Mekar Jaya.

Kawanan Monyet Masuk ke Permukiman di Tangsel, Warga Khawatir
Tangkapan layar kawanan monyet ekor panjang terlihat di kawasan permukiman warga di Kelurahan Rawa Mekar Jaya. Foto/Jupri Nugroho

tirto.id - Kawanan monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman padat penduduk jalan Swadaya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, pada Selasa pagi (07/10/2025). Peristiwa ini memicu kekhawatiran, primata tersebut menyerang dan melukai warga.

Menurut penuturan warga, Shepia Selviana, kawanan monyet tersebut terlihat bergelantungan di kabel listrik. Selain itu, moyet juga sesekali turun ke atap rumah warga.

"Lokasinya di jalan Setiawarga RT 02 RW 09, Rawa Mekar Jaya, dari pagi banyak banget. Bikin kawatir soalnya banyak anak-anak juga," tuturnya kepada Tangsel Update.

Selviana juga kawatir, monyet-monyet tersebut menyerang dan melukai anak-anak. Sebelumnya, dia juga mendapat kabar ada kejadian anak yang digigit oleh monyet di wilayahnya.

"Mengkhawatirkan, banyak anak kecil soalnya, pernah kejadian monyet gigit anak usia empat tahun," lanjutnya.

Selviana berharap agar warga lebih hati-hati. Dia juga mengharapkan ada langkah lebih lanjut dari pemkot dalam mengatasi bahaya kawanan monyet.

"Terkhusus buat warganya dulu aja lebih berhati hati. Buat Pemkot Tangsel, mungkin kalau warganya buat laporan ke damkar langsung teratasi, tapi kan monyet-monyet ini kadang nggak menetap di sini, pindah-pindah," ucapnya.

Sehari sebelumnya kawanan monyet ini juga terlihat di kawasan permukiman. Bahkan, sampai di halaman warga yang berada di wilayah Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong.

Menurut Wulandari, monyet-monyet ini lompat dari atap rumahnya ke kabel listrik serta atap rumah warga. Beberapa warga mengusir dengan menggunakan kayu dan sapu.

"Pas pagi-pagi tetangga teriak karena tiba-tiba banyak monyet di halaman rumah dan atap, spontan ambil sapu tapi tetap takut juga saya," ujar Wulan.

Diketahui bahwa monyet-monyet ini berasal dari kawasan Hutan Puspitek milik BRIN. Kawanan monyet memang sering terlihat di pinggir jalan lingkar dalam kawasan tersebut.

Belum diketahui alasan pasti, kawanan monyet ini justru berpindah-pindah dari titik awal terlihat. Migrasi monyet ini bahkan mencapai Kelurahan Rawa Mekar Jaya yang jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari titik awal.

Penjelasan Ahli soal Migrasi Monyet

Menurut Kurator Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Ganjar Cahyadi, ada tiga kemungkinan penyebab hewan tersebut turun ke permukiman.

“Pertama, monyet merasakan tanda bahaya dari alam sehingga menjauh dari habitatnya. Biasanya bencana terjadi tak lama setelah mereka pergi dari tempat asal,” ujarnya, dikutip Selasa (07/10/2025).

Kedua, hewan ini kemungkinan mencari sumber makanan baru karena sumber pakan di habitat asal menipis akibat populasi yang meningkat.

Ketiga, adanya kompetisi antar kelompok monyet. Kelompok yang kalah akan meninggalkan wilayahnya dan mencari area baru yang dianggap “kosong”, termasuk ke kawasan perkotaan.

Ganjar menambahkan, monyet ekor panjang memiliki daya adaptasi tinggi. Oleh sebab itu, mampu hidup di lingkungan minim vegetasi dan mudah berpindah melalui atap rumah atau kabel di area padat penduduk.

========

Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait MIGRASI HEWAN atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah