Menuju konten utama

Katulampa Siaga Tiga, Warga Diminta Waspada

Tinggi muka air Ketulampa naik 100 Cm pada Minggu (12/2/2017) pukul 04.27 WIB, status siaga tiga banjir untuk wilayah DKI Jakarta.

Katulampa Siaga Tiga, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi. Sejumlah kendaraan melintas di atas jembatan penyeberangan di Bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/2). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya.

tirto.id - Ketinggian permukaan air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi mengalami peningkatan hingga mencapai siaga tiga banjir. Warga di bantaran kali Ciliwung diminta waspada.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Penjaga Harian Bendung Katulampa Andi Sudirman, seperti dilansir Antara, pada Minggu (12/2/2017). “Tinggi muka air Ketulampa naik 100 centi meter pukul 04.27 WIB, status siaga tiga banjir untuk wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Menurut dia, naiknya permukaan air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa karena hujan yang terus mengguyur kawasan Puncak sejak Sabtu kemarin.

Sejak Sabtu pagi, hujan mengguyur wilayah Bogor, termasuk kawasan Puncak. Permukaan air Sungai Ciliwung sudah mengalami kenaikan 80 cm, atau bertahan siaga empat bajir. Hingga Minggu dini hari, terjadi penambahan permukaan air menjadi 100 cm.

Hingga pukul 05.00 WIB, kawasan Puncak masih gerimis, permukaan air di Bendung Katulampa yang terletak di Kecamatan Bogor Timur masih bertarahan di level 90 cm atau masih siaga tiga banjir. “Air masih bertahan 90 cm, siaga tiga masih,” ujarnya.

Andi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan informasi kenaikan permukaan air di Bendung Katulampa kepada pihak terkait, termasuk penjaga pintu air di wilayah Jakarta.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk mewaspadai kenaikan permukaan air sungai secara tiba-tiba, terutama untuk wilayah Jakarta akan mendapat kiriman air pagi ini.

Sementara itu, cuaca di wilayah Bogor pagi ini masih diselimuti mendung. BMKG memprediksikan akan terjadi hujan ringan di wilayah Bogor dan sekitarmya pagi ini. Februari merupakan puncak musim hujan yang akan terjadi hingga awal Maret.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz