tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merespons kasus dugaan kekerasan yang menimpa sejumlah siswa Sekolah Rakyat di Jember, Jawa Timur. Kemensos memastikan akan mengusut tuntas dan melakukan evaluasi mendalam setelah para siswa dilaporkan dihajar oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang bertugas sebagai pembimbing kedisiplinan.
"Insya Allah nanti akan kami dalami lebih lanjut dan ini pasti akan kita tindak lanjuti,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jumat (23/10/2026).
Gus Ipul memastikan Kemensos akan menjadikan hal ini sebagai evaluasi agar insiden tersebut tidak terulang lagi ke depannya.
Meskipun demikian, Gus Ipul menyebut pihaknya belum memperoleh laporan lebih lanjut soal kekerasan yang terjadi. Namun, setiap hal yang terjadi di Sekolah Rakyat memiliki prosedurnya sendiri dalam menyelesaikan masalah.
"Jadi saya ingin mengetahui lebih lanjut dan nanti kita akan ambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan kalau itu memang benar terjadi," katanya.
Gus ipul juga menyesalkan adanya dugaan penganiayaan ini terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat sebab tujuannya ingin memperkuat pendampingan dan penguatan kedisiplinan siswa. Terlebih, program pendampingan dari mahasiswa Universitas Pertahanan itu selama ini berjalan dengan baik.
"Tapi kalau ada terjadi insiden itu, tentu kami menyesalkan, ya. Kami prihatin karena itu tidak sesuai dengan tujuan hadirnya mahasiswa Unhan di sana," katanya.
"Nanti kita akan lakukan mitigasi. Banyak langkah yang akan kita ambil kalau ada terjadi hal-hal seperti itu," sambung Gus Ipul.
Sebagai informasi, tiga siswa Sekolah Rakyat di Jember, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh mahasiswa Unhan yang bertugas sebagai pembimbing kedisiplinan setelah seorang siswa kedapatan merokok pada Minggu (18/10/2026) malam.
Menurut keterangan keluarga korban, satu siswa diduga dianiaya dan dua siswa lain yang berusaha membela temannya ikut menjadi sasaran pemukulan. Keluarga korban kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Jember.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































