Menuju konten utama

Karang Taruna Desa Sukahati Buat Kiprah Nyata Lewat Lapak Bibit

Lapak ini kini berdiri di atas lahan 8.500 meter persegi dan telah berkembang menjadi pusat pembibitan unggul.

Karang Taruna Desa Sukahati Buat Kiprah Nyata Lewat Lapak Bibit
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Ketua Umum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono saat meninjau Lapak Bibit Anggur dan Alpukat yang dikelola Karang Taruna Desa Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (28/9/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-65. foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Karang Taruna Desa Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono atas keberhasilan mereka mengelola Lapak Bibit Perbenihan Anggur dan Alpukat. Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Budisatrio meninjau lapak yang berdiri sejak 2010 tersebut pada Minggu (28/9/2025).

Lapak yang dikembangkan Ruslan bersama kader Karang Taruna Kabupaten Bogor itu kini berdiri di atas lahan 8.500 meter persegi dan telah berkembang menjadi pusat pembibitan unggul. Koleksinya mencakup 70 varian anggur impor serta alpukat Garuda Yaksa yang diminati pasar.

“Kami sangat mengapresiasi Kang Ruslan dan teman-teman Karang Taruna yang sejak 2010 konsisten mengembangkan pembibitan. Harapan kita, semakin banyak anak muda yang berdaya seperti ini,” ujar Budisatrio.

Gus Ipul menambahkan bahwa usaha semacam ini adalah contoh nyata kontribusi Karang Taruna bagi masyarakat. “Ini sudah kerja nyata, yang bisa ditiru di tempat lain. Karang Taruna juga berkontribusi langsung pada ketahanan pangan, salah satu program prioritas Presiden,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Budisatrio, Gus Ipul, dan Agus Jabo ikut memetik anggur serta alpukat yang siap panen. “Enak sekali. Luar biasa,” komentar Budisatrio setelah mencicipi hasil kebun.

Ruslan, pengelola Lapak Bibit, menjelaskan model usaha ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga. “Satu lahan seluas 8.500 meter persegi bisa memuat 3.500 pohon. Dengan harga Rp25 ribu per bibit, omset yang kami dapat mencapai Rp130–150 juta per bulan,” ungkapnya.

Selain memproduksi bibit, Lapak Bibit Desa Sukahati juga memasuki musim panen. Dari fase bibit hingga berbuah pertama memakan waktu 8–9 bulan, dengan potensi panen dua kali dalam setahun. Anggur lokal hasil budidaya ini tak hanya memenuhi konsumsi masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan impor.

Adit, salah satu pengelola, menyampaikan harapannya untuk memperluas kapasitas produksi. “Permintaan bibit kami tinggi, bisa mencapai satu ton per hari. Namun lahan kami terbatas. Harapan kami ada dukungan untuk memperluas perkebunan agar usaha ini semakin berkembang,” katanya.

Kunjungan juga disertai dengan peninjauan proses grafting anggur, teknik sambung batang yang menghasilkan varietas dengan kualitas lebih baik. Semangat Karang Taruna Desa Sukahati menunjukkan bahwa generasi muda bisa menjadi motor pemberdayaan sosial sekaligus penggerak ketahanan pangan nasional.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis