tirto.id - Sejumlah kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan dicegat oleh militer Israel di perairan laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dari total relawan yang terlibat, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam pelayaran tersebut.
Sejumlah kapal telah mengalami putus komunikasi. Hingga pukul 21.00 WIB, 5 delegasi dilaporkan diculik dan 4 lainnya masih berlayar.
“5 Delegasi diculik, 4 masih berlayar,” Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, Senin (18/5/2026).
Relawan asal Indonesia itu tersebar di lima kapal berbeda yang berangkat dari Marmaris, Turki. GPCI menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI serta sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia untuk memantau perkembangan para relawan Indonesia.
Berikut daftar 9 WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF):
1. Herman Budianto Sudarsono, Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu, Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa, Rumah Zakat di Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad, Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad
5. Hendro Prasetyo, SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad
6. Bambang Noroyono, Jurnalis REPUBLIKA di Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah, Jurnalis REPUBLIKA di Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho, Jurnalis Tempo di Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo Jurnalis di kapal Ozgurluk
Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang melakukan aksi pencegatan dan penculikan terhadap sejumlah relawan yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Rombongan WNI dan sejumlah masyarakat lintas negara tersebut diculik oleh serdadu Israel saat melintas di perairan laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dua jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badaidi, dalam rombongan itu, ikut diculik.
"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, dalam keterangan pers tertulis, Senin (18/5/2026).
Kemlu saat ini sedang mengupayakan kontak dengan Bambang alias Abeng, jurnalis yang ikut diculik guna mengetahui posisi saat ini dan status kapal yang digunakannya tersebut
"Kapal yang membawa jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut," jelasnya.
Yvonne menegaskan pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk membebaskan seluruh WNI dan awak misi kemanusiaan lintas kewarganegaraan tersebut. Indonesia berharap seluruh awak kapal tersebut dapat melanjutkan misi kemanusiaan menuju Palestina demi penyaluran bantuan.
"Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," tegasnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































