tirto.id - Pengusutan kasus penganiayaan berat dan penyekapan terhadap perempuan berinisial YTR oleh tersangka Taufik Hidayat terus bergulir. Terbaru, sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Taufik di sebuah hotel di kawasan Jatinangor beredar di media sosial.
Dalam rekaman video tersebut, Taufik terlihat mengenakan pakaian hitam dan berjalan menuju kamar hotel didampingi seorang perempuan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi keaslian video tersebut. Hendra menyatakan bahwa peristiwa dalam rekaman itu terjadi sekitar awal tahun 2026.
"Bahwa benar hasil keterangan dari Sdr. Taufik Hidayat yang ada di video tersebut adalah dirinya, sekira lima bulan yang lalu," ujar Hendra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, perempuan yang bersama Taufik dalam rekaman CCTV itu diketahui berinisial NL. Keduanya dilaporkan saling mengenal melalui aplikasi kencan daring.
Setelah intens berkomunikasi di media sosial, mereka sepakat untuk bertemu. Taufik kemudian menjemput NL di kediamannya di kawasan Padasuka untuk bertolak menuju hotel di Jatinangor.
"Sekitar pukul 19.30 WIB, Taufik Hidayat bersama NL melakukan proses check-in dan masuk ke kamar hotel tersebut," tutur Hendra.
Namun, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Hendra mengungkapkan bahwa Taufik meninggalkan hotel sekitar pukul 21.00 WIB setelah terlibat cekcok dengan NL di dalam kamar.
"Pemicunya, Taufik Hidayat merasa kesal karena NL meminta pulang pada pukul 03.00 WIB dini hari. Sementara Taufik menghendaki mereka baru keluar dari hotel pada pukul 06.00 WIB," ujarnya.
"Setelah perselisihan itu, Taufik meninggalkan lokasi dan memutus komunikasi dengan NL," jelas Hendra.
Sementara itu, seorang resepsionis De Java Residence Jatinangor, Alam Firmansah menyebut, pihaknya membenarkan sosok itu merupakan Taufik Hidayat usai mencocokkan foto yang viral di media sosial dengan rekaman CCTV.
"Setelah viral kami cocokkan dengam CCTV dan ternyata mukanya pelaku ini sama," sebutnya.
Ia menjelaskan, pelaku datang ke penginapan bersama teman kencannya, seorang perempuan, sekira pukul 23.20 pada Rabu (4/3/2026) malam. Ia memesan kamar dan beristirahat di hotel De Java Residence.
Taufik Hidayat terlihat mondar-mandir dan sempat berbincang dengan resepsionis lalu membawa dua botol minuman bersoda.
Setelah beberapa kali keluar masuk kamar, Taufik Hidayat terekam hendak pergi usai menyimpan helm ke sepeda motornya dan terlihat sudah berpakaian lengkap dengan sepatu.
Sebelum akhirnya meninggalkan hotel De Java Residence Jatinangor, pelaku sempat terlihat cekcok dengan pelayan resepsionis hingga akhirnya pergi dari lokasi.
Rekaman CCTV menunjukkan, sepeda motor yang digunakan ke hotel De Java Residence Jatinangor, tampak sama persis dengan kendaraan yang diamankan Polda Jabar.
Kini sepeda motor Yamaha N-Max hitam bernomor Polisi D-4417-YDA tersebut, sudah jadi barang bukti dalam kasus penyekapan sadis yang dilakukan Taufik Hidayat.
"Iya pakai N-Max warna hitam. Waktu dia [pelaku] sudah pergi, enggak lama kemudian teman wanitanya keluar kamar," ujar Alam.
"Waktu kejadian itu yang nerima resepsionis teman saya, pas ribut-ribut saya datang menanyakan persoalan, ternyata teman wanitanya ngaku hp dibawa pelaku," imbuhnya.
Lalu berdasarkan pengakuan teman wanita yang dibawa Taufik Hidayat saat itu, gawai korban juga raib digondol tersangka, sebab sebelum memasuki kamar diminta pelaku untuk dimasukkan ke bagasi sepeda motornya.
"Kami yakin dia Taufik Hidayat karena dari muka cocok dan kendaraan pelaku juga sama seperti yang digunakan ke sini," ucap Alam.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























