tirto.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprioritaskan penyelesaian lima proyek jalan tol yang seluruhnya berlokasi di Pulau Jawa. Kelima proyek tersebut adalah Jakarta-Cikampek 2 Selatan, Akses Tol Patimban, Yogyakarta-Bawen, Yogyakarta-Solo, dan Probolinggo-Banyuwangi.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat portofolio dan menciptakan konektivitas jaringan yang lebih baik.
"Pembangunan ini menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat portofolio sekaligus memperkuat jaringan jalan tol dengan konektivitas yang baik," ujar Rivan dalam public expose, Jumat (12/9/2025).
Namun, proses pengerjaan dan pengoperasian kelima tol tersebut dilakukan secara bertahap untuk menyeimbangkan bisnis dan keuangan perseroan.
Untuk Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan yang berlokasi di wilayah Jabodetabek, konstruksi untuk Paket 3, 2A, dan 2B masih berlangsung. Rivan memproyeksikan, tahapan konstruksi rampung tahun depan. “Seluruhnya dapat diselesaikan konstruksinya pada tahun depan,” ujarnya.
Sementara untuk Tol Akses Patimban, Jasa Marga berkewajiban membangun segmen sepanjang 14 km dari total 37 km dengan dukungan pemerintah. “Konstruksi ditargetkan mulai dilaksanakan pada akhir tahun ini dan dapat beroperasi di tahun 2027,” jelasnya.
Sedangkan, untuk proyek Tol Yogyakarta-Bawen untuk Seksi 1 dan Seksi 6 telah memasuki fase konstruksi dengan progres lebih dari 75 persen dan ditargetkan dapat beroperasi di tahun 2026.
Adapun Tol Yogyakarta-Solo, ruas Klaten-Prambanan telah beroperasi komersial sejak Agustus lalu. Konstruksi untuk paket-paket lainnya masih berlangsung dengan target pengoperasian bertahap pada tahun 2026 dan 2027.
Terakhir, progres konstruksi Tol Probolinggo-Banyuwangi, khususnya Seksi Probolinggo-Besuki sepanjang 49,68 km hampir selesai. “Hampir selesai dibangun dengan progres konstruksi tiap seksinya bervariasi pada saat ini antara 90 persen sampai 100 persen. Ruas tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































