tirto.id - Jaksa Agung, Sanitiar (ST) Burhanuddin, mengungkapkan adanya penggunaan aset sitaan oleh sejumlah jaksa nakal. Aset tersebut digunakan untuk keperluan pribadi secara diam-diam hingga berharap dilupakan dan menjadi miliknya.
Dia menyebut salah satu aset sitaan yang dikuasai adalah apartemen di bilangan Jakarta Pusat. Namun, dia tak merinci aset sitaan kasus apa yang dikuasai jaksa nakal tersebut.
"Banyak aset-aset yang bukan dimiliki oleh jaksa, ditempati oleh jaksa, dan diem-diem semoga lupa bahwa ada aset di tangannya," kata Burhanuddin dalam sambutannya di Hari Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset sebagaimana disiarkan dalam akun resmi YouTube Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026).
Menurut Burhanuddin, di daerah juga masih ditemukan banyak jaksa yang menggunakan aset sitaan tidak sesuai aturan. Penggunaan aset sitaan, kata dia, pada dasarnya bisa dengan sistem pinjam pakai untuk kepentingan operasional kejaksaan.
"Coba apartemen-apartemen, silakan telusuri.Saya tahu persis. Saya minta nanti yang tahu persis, yang pernah bicara dengan saya, mungkin Kejati DKI, kemudian dulu di Pidsus, Pak Sarjono Turin, tahu persis apa yang menjadi ada di tangan-tangan Kejaksaan Tinggi," tutur dia.
Burhanuddin tak memungkiri bahwa hingga kini masih banyak aset-aset sitaan yang tercecer. Oleh karenanya, dengan adanya Badan Pemulihan Aset yang diserahkan dari Kementerian Hukum dan Imipas, diharapkan pembenahan bisa segera dilakukan.
Di sisi lain, Burhanuddin juga menekankan kepada jajarannya agar pengelolaan aset sitaan tidak bocor ke luar. Dia tak menampik bahwa informasi keberadaan dan daftar aset sitaan sering bocor sehingga menimbulkan permintaan pinjam pakai.
"Ada bupati yang minta ini, minta ini, ada yang dinas ini, dinas itu, minta ini. Dia tahu persis barangnya, tahu persis luasannya, tahu persis di mana tempat adanya dan tahu persis kondisinya. Ini kan malah harusnya kita pelihara, kita jual," ungkap Burhanuddin.
Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, pun diperintahkan Burhanuddin untuk melakukan perawatan aset sitaan dengan maksimal. Sehingga, tidak menurunkan harga jual saat pelelangan.
"Saya mengharapkan, ini kan sudah bagus, saya harapkan lagi, karena ini pasti debunya banyak, nanti harus pasang heksos, kemudian ada tutupnya juga, mobil-mobil ini, ini memerlukan dana, dan saya juga ingatkan Pak Jambin untuk ajukan dana untuk pemulihan aset, pemeliharaannya," ucap dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































