Menuju konten utama

Jakarta Jobfest 2025: Upaya Pemprov DKI Bantu Pencari Kerja

Di Jakarta Jobfest 2025, Pemprov DKI menggandeng 37 perusahaan yang membuka 2.000 lowongan kerja.

Jakarta Jobfest 2025: Upaya Pemprov DKI Bantu Pencari Kerja
Sejumlah pengunjung mencari informasi lowongan pekerjaan dalam JobFest 2025 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Pemprov DKI Jakarta melalui bursa kerja tersebut menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dari 37 perusahaan. ANTARAFOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/app/rwa.

tirto.id - Siang itu, Pras (23) berpenampilan lebih necis daripada biasanya. Mengenakan kemeja putih dan celana bahan coklat, dia memantapkan langkah memasuki kawasan Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Berbekal informasi dari seorang kerabat, dia menghadiri Jakarta Jobfest 2025 yang digelar dua hari, pada Selasa (19/8/2025) dan Rabu (20/8/2025).

Mahasiswa tingkat akhir jurusan Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto itu datang ke Jakarta Jobfest 2025 dengan membawa harapan mendapat pekerjaan di bidang perbankan, sesuai latar belakang pendidikannya.

Setelah mengelilingi berbagai stan yang tersedia, Pras mengaku puas. Pasalnya, bursa kerja itu menghadirkan banyak pilihan perusahaan dan juga informasi yang membantunya menentukan peta karier ke depan.

Job fair ini cukup baik sih karena banyak pilihan. Jadi, ya bisa [mempertimbangkan untuk] masuk di mana aja,” tutur Pras kepada reporter Tirto, Selasa (19/8/2025).

Bagi Pras yang seorang mahasiswa tingkat akhir, mencari pekerjaan di iklim ekonomi saat ini adalah tantangan tersendiri. Di satu sisi, informasi lowongan kerja makin terbuka berkat internet dan media sosial. Namun, di sisi lain, keterbukaan itu memperketat persaingan.

Pras mengaku terbantu oleh Jakarta Jobfest 2025. Kegiatan itu membuka kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan para perekrut dari sejumlah perusahaan ternama. Dengan begitu, dia berpeluang mengungguli kandidat lainnya. Melalui Jobfest, Pras juga dapat menjalin hubungan profesional dengan para perekrut yang memperbesar peluangnya untuk diterima.

“Seharusnya makin gampang [dengan adanya Jakarta Jobfest]. Karena, kan banyak yang buka lowongan gitu kan. Jadi, makin banyak peluanglah kenal dengan orang-orang [yang merekrut] gitu,” tuturnya.

Jakarta Jobfest 2025

bursa kerja atau job fair Jakarta Jobfest 2025 yang digelar pada Selasa (19/8/2025). tirto.id/Naufal Majid

Senada, Maulana Ibrahim (23), menyadari tantangan yang semakin ketat. Ia merasa bisa terdepak oleh kandidat yang lebih unggul. Namun, sarjana Ilmu Komunikasi ini mengaku tak patah arang untuk terus mencoba peruntungan, meski pernah mendapat penolakan. Salah satu usaha untuk memperbesar peluang dapat kerja adalah rajin mendatangi bursa kerja.

“Cara saya nyari kerja ya salah satunya dengan datang ke job fair-job fair kayak gini, sih,” kata Ibrahim kepada reporter Tirto, Selasa (19/8/2025).

Ibrahim tak gentar dengan terus bertambahnya jumlah angkatan kerja baru. Pasalnya, dia terus mengasah kemampuan dengan belajar skill yang diperlukan dunia industri. Ibrahim berharap segudang kemampuannya dapat memikat para perekrut.

“Mengasah skill aja sih dari apa yang kita punya dan bakat apa yang kita miliki. Karena, kan semakin tahun kan semakin ada lulusan baru. Jadi, peluang kerjanya tuh juga semakin kecil. Apalagi, kan banyak [perekrut] yang nyari [kandidat dengan] banyak pengalaman gitu,” sebutnya.

Ibrahim berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menyediakan informasi mengenai lowongan kerja agar warga punya akses ke berbagai perusahaan.

“Ya semoga aja sih ada harapan baiklah untuk orang-orang yang lagi mencari kerja di Jakarta. Biar dapat kerjaan, biar banyak lapangan kerjanya,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Halimah (18), datang ke Jakarta Jobfest 2025 untuk mencari pekerjaan yang lebih layak dan memenuhi standar upah minimum provinsi (UMP). Lulusan salah satu SMK di Jakarta Timur itu mengaku sudah bekerja di perusahan swasta. Meskipun telah menggunakan tiga aplikasi pencari kerja, tetapi saja Halimah belum dapat tempat kerja yang lebih baik.

“Ada tiga aplikasi malahan [yang saya gunakan]. Sejauh ini, belum ada panggilan interview sama sekali,” katanya kepada reporter Tirto.

Halimah merasa sangat terbantu dengan kehadiran Jakarta Jobfest 2025. Lewat ajang ini, dia bisa mendapat informasi lowongan kerja yang tak didapatkannya dari media sosial dan aplikasi pencari kerja.

Dia berharap acara serupa dapat diadakan di wilayah lain agar para pencari kerja bisa segera direkrut dan tak lagi menganggur. Halimah juga berharap bursa kerja tak hanya formalitas, tapi benar-benar mempertimbangkan setiap lamaran yang masuk.

“Menurut saya, lebih banyakin acara kayak gini sih. Dan itupun kalau bisa job fair-nya jangan cuma formalitas perusahaan. Jadi, kayak benar-benar nanti kita datang ke booth perusahaannya, terus kita dipanggil interview gitu,” tutupnya.

Jakarta Jobfest 2025

bursa kerja atau job fair Jakarta Jobfest 2025 yang digelar pada Selasa (19/8/2025). tirto.id/Naufal Majid

Pemprov Jakarta Buka Kesempatan Kerja

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan keseriusannya dalam menyediakan lapangan kerja untuk warga Jakarta maupun luar Jakarta. Baginya, Jakarta selalu membuka diri bagi setiap orang yang hendak mengadu nasib.

"Ini program yang dikelola secara serius oleh Pemprov Jakarta. Salah satu problem serius saat ini adalah lowongan pekerjaan yang sangat dicari oleh warga. Dan, bukan hanya di Jakarta melainkan juga di daerah lain di luar Jakarta. Dan Jakarta membuka kesempatan bagi siapa pun agar orang bisa mencari lapangan pekerjaan," ujar Pramono saat membuka Jakarta Jobfest 2025 di Jakarta International Velodrome, Selasa (19/8/2025).

Pramono menjelaskan, pelaksanaan bursa kerja kali ini bukanlah yang pertama. Hingga Agustus 2025, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) telah menggelar 13 bursa kerja di Jakarta. Jumlah itu masih akan terus ditingkatkan menjadi 21 bursa kerja—bahkan ditargetkan lebih—yang digelar rutin hingga akhir tahun.

Di Jakarta Jobfest 2025, Pemprov Jakarta menggandeng 37 perusahaan yang membuka sekitar 2.000 lowongan kerja. Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan lowongan kerja yang melimpah untuk mencegah kericuhan dan antrean.

"Saya nggak mau penyelenggaraan Jobfest ini seperti beberapa kejadian di daerah lain di luar Jakarta, di mana lowongan yang tersedia tidak seberapa banyaknya, tetapi yang mendaftar dan hadir sampai puluhan ribu dan sampai ada yang pingsan, saya tidak mau itu terjadi," katanya.

Pramono menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2025 mencapai 5,18 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Dengan demikian, Jakarta menyumbang sekitar 16,61 persen terhadap perekonomian nasional. Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Yang mengejutkan bagi saya pribadi adalah jumlah pencari kerja dari luar Jakarta ternyata cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan hanya dialami di Jakarta, tetapi juga di daerah lain yang berharap warganya bisa bekerja di ibu kota,” paparnya.

Pramono mengimbau perangkat daerah dan para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sistem perekrutan yang memudahkan masyarakat melamar pekerjaan.

“Momentum yang baik ini harus kita jaga. Maka saya minta agar proses rekrutmen seperti job fair ini dibuat transparan, terbuka, dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bekerja,” sebutnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan saat ini terdapat banyak permintaan tenaga kerja Indonesia dari luar negeri, seperti Jepang, Korea, Australia, dan lain-lain. Namun demikian, para calon tenaga kerja Indonesia umumnya terkendala kemampuan bahasa asing.

Oleh karena itu, Pramono secara khusus meminta kepada Disnakertransgi Jakarta untuk membuat mobile training unit (MTU) atau mobil pelatihan yang melakukan pelatihan tenaga kerja hingga tingkat kelurahan khusus untuk pelatihan bahasa asing.

Jakarta Jobfest 2025

bursa kerja atau job fair Jakarta Jobfest 2025 yang digelar pada Selasa (19/8/2025). tirto.id/Naufal Majid

Wacana serupa juga diutarakan oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh. Dia mengatakan, pelatihan kerja bagi masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri perlu diperbanyak. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta harus membekali calon pekerja dengan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang dibutuhkan negara tujuan.

Pelatihan kerja itu meliputi berbagai aspek, mulai dari penguasaan bahasa asing, pemahaman budaya, hingga keterampilan teknis sesuai jenis pekerjaan yang dilamar.

“Jadi, ada skill khusus yang benar-benar mereka punya untuk penempatan di luar negeri supaya bisa bersaing,” ujar Nova di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/6/2025) lalu.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail, mengatakan bahwa Disnakertransgi Jakarta harus memanfaatkan peluang penyerapan tenaga kerja di luar negeri yang saat ini sangat besar akibat terjadinya krisis sumber daya manusia.

Menurut dia, banyak negara yang sedang menghadapi krisis demografi, seperti terjadi penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua. Hal itu berdampak pada kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor. Kondisi demikian membuka peluang besar bagi tenaga kerja Jakarta untuk bekerja di luar negeri.

“Saat ini peluang penyerapan luar negeri sangat banyak akibat adanya krisis SDM di luar negeri,” kata Ismail.

Ismail menilai Disnakertransgi Jakarta harus tanggap dengan mempersiapkan tenaga kerja berkualitas yang memiliki keahlian dan keterampilan, sesuai kebutuhan pasar kerja global.

“Agar beranjak dari evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] tahun 2024, segera dibuat kajian untuk membangun ekosistem dalam menyiapkan pelatihan-pelatihan. Sehingga, nanti SDM bisa mengisi peluang untuk ke luar negeri,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait LAPANGAN PEKERJAAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - News Plus
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi