tirto.id - Istri dari almarhum Mohamad Ilham Pradipta selaku Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Puspita Aulia, tidak akan memaafkan ketiga anggota Kopassus yang telah menculik dan membunuh suaminya. Diketahui, ketiga terdakwa yang membunuh Ilham Pradipta antara lain Serka Muchammad Nasir (Terdakwa I), Kopda Feri Herianto, (Terdakwa II), dan Serka Frengky Yaru (Terdakwa III).
Upaya permohonan maaf tersebut semula diajukan oleh penasihat hukum dari ketiga terdakwa Kopassus. Penasihat hukum juga mendoakan agar arwah Ilham Pradipta dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Dari hati besar kami kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum Bapak dan Ibu, apakah Bapak dan Ibu bisa memberikan maaf kepada para terdakwa walaupun harus dihukum seberat-beratnya karena secara manusia kita harus saling memaafkan agar almarhum di sana tenang dan risiko itu akan ditanggung oleh para terdakwa atas apa yang diperbuat," kata penasihat hukum para terdakwa dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi bagi terdakwa TNI, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
"Kami dari kesatuan memohon maaf yang sebesar-besarnya tapi secara manusiawi apakah dibukakan pintu maafnya agar almarhum di sana tenang dan bisa menerima apa pun yang telah para terdakwa lakukan, biar almarhum tenang di sana Ibu," lanjut penasihat hukum.
Puspita menyampaikan bahwa perbuatan ketiga anggota Kopassus tersebut telah membuatnya sakit hati dan meminta majelis hakim agar tidak memaksanya memberi maaf kepada para terdakwa tersebut.
"Apa yang terjadi kemarin itu merupakan hal yang membuat saya, hati saya, sakit seumur hidup saya. Jadi saya mohon jangan memaksa saya untuk memberikan mereka maaf saat ini karena ini menyakitkan untuk saya," tegas Puspita.
Dalam pernyataan kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Puspita menyampaikan penderitaannya akibat meninggalnya sang suami. Dia memiliki beban harus menghidupi anak-anaknya yang masih usia dini dengan tanggung jawab nafkah dan beban mental yang harus ditanggung sendirian.
"Bagaimana istri harus menghidupi anak-anaknya tanpa suami? Bagaimana putra-putrinya menanggung kejiwaan dan fisiknya jika teringat ayahnya diculik, dianiaya hingga meninggal dunia baik di lingkungan rumah apalagi di sekolah yang menjadi bahan pembicaraan teman-teman dan juga kerabat-kerabat di sekolahnya," ungkapnya.
Puspita juga menyampaikan bahwa anak-anaknya terus merindukan sosok Ilham sebagai ayah mereka yang kini sudah tiada. Di antara doa para anak-anak tersebut ada harapan agar Ilham bisa kembali lagi walau hanya sekejap. Hal itu, kata Puspita, sebagai bentuk ekspresi rasa rindu karena kedekatan para anak terhadap Ilham.
"Mungkin tidak secara langsung ya Bu, tapi ada di satu momen ade ini selesai shalat subuh dia berdoa. 'Ya Allah ampuni ayah, Ya Allah jaga ayah di sana, Ya Allah boleh nggak sebentar aja ayah ke sini', karena almarhum suami saya ini sangat dekat dengan anak-anaknya," terangnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































