Menuju konten utama

Istana Sebut Prabowo Hormati Kebebasan Akademik Berbasis Ilmiah

Istana pun menekankan maksud pernyataan Prabowo soal kebebasan akademik, bukan kebebasan lain dalam pidato adalah aspek pertanggungjawaban akademis.

Istana Sebut Prabowo Hormati Kebebasan Akademik Berbasis Ilmiah
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/9/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kampus memiliki kebebasan akademik, namun bukan berarti kebebasan lain-lain.

Juri menegaskan bahwa pemerintah sangat menghargai ruang akademik selama kegiatannya dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyatakan, pemerintah melalui Presiden sangat memahami pentingnya kebebasan di dunia perguruan tinggi.

"Iya presiden selalu menyampaikan bahwa kampus memiliki kebebasan akademik. Dan semua orang juga tahu tidak perlu dibantah dan presiden sangat paham dan menghargai kebebasan akademik di kampus," ujar Juri usai konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Juri menambahkan, penekanan Presiden adalah pada aspek pertanggungjawaban nilai-nilai akademik dalam setiap aktivitas di kampus.

Kebebasan tersebut dianggap sah selama koridornya tetap berada dalam standar ilmiah yang berlaku.

"Oleh karena itu, penekanannya adalah kebebasan akademik. Jadi sepanjang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik maka kebebasan di kampus itu sah dan boleh-boleh saja," imbuh Juri.

Pemerintah memberikan catatan apabila kebebasan yang digunakan oleh berbagai kalangan di kampus tidak mencerminkan nilai ilmiah.

Hal inilah yang mendasari pernyataan Presiden terkait adanya batasan "kebebasan lain-lain".

"Nah masalahnya adalah apakah kebebasan-kebebasan yang dipergunakan oleh banyak kalangan di kampus mencerminkan kebebasan akademik atau di luar hal-hal yang sama sekali tidak berdasarkan pada nilai-nilai akademik. Nah itu yang menjadi catatan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa universitas merupakan tempat untuk mengadu gagasan, filosofi, dan inovasi.

Dalam pidato di acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026), Presiden mengingatkan agar kampus tidak dijadikan tempat untuk pertentangan di luar misi pendidikan.

“Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situ disebut bahwa kampus punya academic freedom, kebebasan akademis, bukan kebebasan yang lain-lain,” ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Presiden pun berharap civitas akademika lebih aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Apalagi kampus menjadi tempat pemikiran-pemikiran atau tempat katakanlah pertentangan. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu,” imbuhnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher