Menuju konten utama

Istana Bantah Didit Bawa Pesan dari Prabowo saat Temui Jokowi

Prasetyo menyatakan persamuhan Didit dan Jokowi di Solo, murni sebagai ajang silaturahmi biasa.

Istana Bantah Didit Bawa Pesan dari Prabowo saat Temui Jokowi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi saat ditemui awak media di kediaman Prabowo, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan pertemuan putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo alias Didit Prabowo, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Kamis (18/6/2026), tidak membawa pesan khusus dari Presiden.

Prasetyo menyatakan persamuhan tersebut murni sebagai ajang silaturahmi biasa. Menurutnya, kebetulan Didit sedang berada di Solo untuk menghadiri rangkaian kegiatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah.

“Silaturahmi, silaturahmi lah,” kata Pras di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026).

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya titipan pesan dari Prabowo untuk Jokowi, Prasetyo membantah dengan tegas.

“Enggak, enggak ada (pesan yang dititipkan),” ujarnya.

Sebelumnya, Didit Prabowo menyambangi kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Solo, sekitar pukul 11.05 WIB.

Dalam video pertemuan yang beredar di media sosial, Didit yang mengenakan kemeja putih tampak membawa tas ransel dan sejumlah dokumen. Pertemuan tertutup itu berlangsung selama kurang lebih 40 menit.

Setelah pertemuan, Jokowi tampak mengantar Didit hingga ke depan rumah sebelum kembali menemui warga. Didit pun enggan memberikan keterangan rinci kepada awak media terkait isi perbincangannya.

"Mampir habis 1 Sura," ujar Didit singkat saat ditanya mengenai tujuannya menyambangi kediaman Jokowi.

"Jadi mampir ke tempat Pak Jokowi," tambahnya.

Baca juga artikel terkait JOKOWI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama