tirto.id - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun terus-menerus pada pertengahan Januari 2026 ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Akibat kondisi ini, sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terdampak dan puluhan perjalanan kereta api (KA) dibatalkan.
Salah satu lokasi terdampak parah adalah Dukuh Tugurejo, Desa Pait, Kecamatan Siwalan,, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Banjir terjadi pada Jumat malam, 16 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Air meluap dan masuk ke rumah warga hingga setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Sembilan puluh KK atau 285 jiwa terdampak, termasuk lansia dan bayi. Dari 90, 15 KK di antaranya harus mengungsi.
Meski proses evakuasi dilakukan pada malam hari dengan kondisi gelap dan dingin, seluruh warga berhasil dievakuasi dengan aman dan tidak ada korban jiwa.
Update Banjir Pekalongan Hari Ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengerahkan tim dan relawan untuk melakukan evakuasi, pendataan, serta penanganan di lokasi banjir.
Selain warga terdampak di Kecamatan Siwalan, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik ke wilayah lain yang terdampak banjir, seperti Kelurahan Sragi dan Desa Wonokerto Wetan.
Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari disalurkan untuk mendukung pendirian dapur umum bagi para korban banjir.
Situasi banjir di Kota Pekalongan menjadi semakin parah setelah tanggul di wilayah Tirto, tepatnya di Kali Bremi, dilaporkan jebol, sehingga air semakin mudah meluap dan masuk ke kawasan permukiman.
“Tanggul jebol juga di daerah Tirto, Kali Bremi, jadi belum memungkinkan pompa itu bekerja maksimal,” jelas Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dikutip laman resmi Pemkot Pekalongan.
Kondisi tersebut berdampak besar pada sistem pengendalian banjir yang selama ini mengandalkan pompa air, karena pompa tidak dapat bekerja secara maksimal ketika aliran air dari sungai tidak terkendali.
Selain itu, kondisi di lapangan dinilai semakin mengkhawatirkan karena beberapa fasilitas penting hampir terendam banjir. Salah satunya adalah trafo di rumah pompa wilayah Tirto yang jaraknya hanya sekitar 15 hingga 20 sentimeter dari permukaan air.
Jika trafo tersebut sampai terendam, pompa air berisiko berhenti beroperasi dan situasi banjir bisa semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengantisipasi risiko tersebut.
Di tengah curah hujan yang masih tinggi dan adanya limpasan air dari wilayah sekitar, upaya pengendalian genangan air pun menjadi sangat terbatas.
Melihat kondisi banjir yang semakin meluas dan jumlah pengungsi yang terus bertambah, Pemerintah Kota Pekalongan resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir.
Penetapan ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat lebih leluasa menggunakan anggaran dan sumber daya untuk membantu warga terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.
PT KAI Batalkan Puluhan Perjalanan KA Akibat Banjir Pekalongan
Banjir juga berdampak besar di wilayah Kota Pekalongan. Genangan air merendam sejumlah titik, termasuk jalur kereta api di sekitar Polsek Pekalongan Barat.
Kondisi ini membuat aparat kepolisian, TNI, dan pihak PT KAI turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Demi keselamatan, PT KAI membatalkan dan mengalihkan puluhan perjalanan kereta api yang melintasi jalur Pantura Jawa Tengah yang termasuk dalam Daop 4 Semarang karena rel masih tergenang air.
Perjalanan KA yang dibatalkan berdasarkan data dari IG @kai121_ antara lain:
- KA Gajayana
- KA Gajayana Tambahan
- KA Purwojaya
- KA Parahyangan
- KA Kertajaya
- KA Ambarawa Ekpress
- KA Argo Bromo Anggrek
- KA Argo Sindoro
- KA Argo Muria
- KA Argo Merbabu
- KA Sembrani Tambahan
- KA Papandayan
- KA Ciremai
- KA Menoreh
- KA Tawangjaya Premium
- KA Kamandaka
- KA Tegal Bahari
- KA Kaligung
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































