IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Menjadi 4,3 Persen

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 7 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Proyeksi terbaru IMF per April itu lebih rendah dari prediksi IMF per Januari 2021 yang memperkirakan RI mampu tumbuh 4,8 persen.
tirto.id - International Monetary Fund (IMF) memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi RI pada 2021 menjadi 4,3 persen. Proyeksi terbaru IMF per April 2021 itu lebih rendah dari prediksi IMF per Januari 2021 yang memperkirakan RI mampu tumbuh 4,8 persen.

Disamping itu, IMF juga mematok perkiraan lebih rendah untuk 2022. Pada proyeksi Januari 2021, IMF memprediksi RI mampu tumbuh 6 persen di 2022 tetapi turun menjadi 5,8 persen pada proyeksi per April 2021.

Berbeda halnya bagi nasib perekonomian dunia, IMF justru menaikan prediksinya menjadi 6 persen. Angka ini lebih baik dari prediksi IMF bagi pertumbuhan ekonomi dunia Januari 2021 lalu yang berkisar 5,5 persen.

IMF mengatakan perbaikan prediksi ekonomi dunia ini sejalan dengan pemulihan yang berjalan dengan baik. Hal ini didukung dengan pelonggaran yang mulai diberlakukan banyak negara dunia seperti India.

Sayangnya masih tingginya kasus COVID-19 di sejumlah negara membuat perbaikan ekonomi ini belum tentu dinikmati secara merata. Kasus COVID-19 masih menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi negara-negara tertentu. Hal ini menjadi alasan IMF memangkas prediksi ekonominya bagi sejumlah negara termasuk Indonesia.

Faktor lain yang menjadi sorotan IMF pada prediksi terbarunya adalah kecepatan pelaksanaan vaksinasi di berbagai negara dunia. Lambatnya pelaksanaan vaksinasi dunia diperkirakan akan menjadi faktor penghambat laju pemulihan ekonomi dunia.

“Proses vaksinasi yang semakin cepat akan mengangkat proyeksi, sementara pandemi yang berkepanjangan dengan varian baru yang dapat menghindari vaksin dapat berakibat pada penurunan tajam (proyeksi ekonomi),” ucap Director of the Research Department IMF Gita Gopinath dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Saat ini negara-negara maju diprediksi akan mampu menyelesaikan vaksinasi secara menyeluruh paling lambat musim panas 2021. Sayangnya sebagian besar negara berpendapatan rendah harus menunggu sampai akhir 2022. IMF mendesak agar produksi vaksin terus ditambah sementara negara-negara dunia diminta menghindari kebijakan embargo vaksin yang seharusnya bisa dikirimkan ke berbagai negara.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI 2021 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight