Ikuti Aturan Main di Medsos Ini agar Awet dengan Pasangan

Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 9 April 2017
Dibaca Normal 1 menit
Media sosial adalah kanal hiburan di saat Anda sedang tak bersama pasangan. Tak usah menyelaminya saat kencan, apalagi 'kepo' mantan.
tirto.id - “Media sosial (medsos) adalah lereng yang licin,” kata ahli hubungan dan terapi pasangan Rachel Sussman kepada The Independent.

Selama ini Sussman punya kewajiban untuk turun tangan saat ada pasangan yang bertengkar gara-gara mengunggah terlalu banyak foto atau menyukai foto mantan pasangan setelah berpisah lama. Perilaku tersebut dikategorikan tak sehat dan sangat berpotensi untuk merusak hubungan dengan pasangan yang kini sedang digandeng.

Untuk itu Sussman memberikan aturan main medsos yang sehat bagi pasangan sekaligus berguna bagi hubungan mereka ke depannya. Antara lain:

Kencan = cueki ponsel

Kencan adalah waktu untuk berinteraksi dengan orang terkasih, bukan ratusan “teman” dan pengikut di media sosial. Matikan ponsel pintar Anda atau ubah jadi mode getar. Sebisa mungkin tahan diri untuk tidak melihat linimasa Twitter atau Instagram atau medsos lain yang Anda ikuti.

Bertanya sebelum unggah foto

Secara umum ini adalah perilaku santun yang harus diterapkan tak hanya pada orang terkasih. Setiap orang punya standar yang berbeda mengenai apa yang pantas diunggah dan dilihat publik. Jangan asal unggah, tanya dan minta izin sebelum Anda memamerkan foto di media sosial.

Jangan mengikuti akun mantan

Kecuali memang mantan pacar/pasangan Anda ada di lingkaran sosial atau pacar/pasangan baru memang kenal dengannya.

Jangan “like” foto mantan

“Anda pasti pernah dengar banyak cerita tentang orang yang berselingkuh dengan mantan pacar di Facebook atau Instagram. Ini adalah hal yang berbahaya bagi hubunganmu saat ini” kata Sussman.

Tak usah pamer banyak foto

Pasangan yang bahagia biasanya tidak mengumbar hubungan mereka di media sosial karena mereka merasa tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. “Semakin banyak melihat media sosial, kita merasa jadi orang paling merana karena kehidupan orang terlihat lebih baik,” kata Sussman.

“Itu bisa membuat kita merasa sedih, tapi juga mengispirasi kita untuk bertingkah seakan hidup kita paling baik," imbuhnya.

Ia mengatakan banyak dari kliennya yang mengunggah beberapa foto dalam sehari. Tentang makanan, busana dan kegiatan mereka hari itu. Namun sebagian besar tidaklah akurat.

“Anda tidak bisa percaya sepenuhnya pada apa yang terlihat di media sosial. Saya pikir hanya sebagian kecil saja yang benar," pungkas Sussman.

Baca juga artikel terkait MEDIA SOSIAL atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan
DarkLight