tirto.id - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengidap penyakit kronis, seperti Diabetes Melitus (DM), bisa memperoleh banyak manfaat dari Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). BPJS Kesehatan menggelar program ini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, sehingga mudah diikuti oleh para peserta JKN.
Salah satu peserta JKN asal Banyuwangi, Jawa Timur, Asmawiyah (57) mengaku mendapat manfaat besar dari program ini. Menurut dia, manfaat terbesar ikut komunitas Prolanis ialah bisa mendapatkan dukungan emosional maupun praktis untuk hidup lebih sehat.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) asli Banyuwangi tersebut telah didiagnosis menderita diabetes melitus sejak 2022 silam. Setelah itu, dia aktif mengikuti grup Prolanis di Puskesmas Sobo, Banyuwangi.
"Saya merasa senang sekali mendapatkan dukungan dari Prolanis. Di sini, kami tidak hanya mendapatkan fasilitas pemeriksaan, tetapi yang paling berharga adalah dukungan moral," kata Asmawiyah.
"[Antar] Sesama penderita DM [Diabetes Melitus], kami sering curhat, sering sharing menu makanan, jenis olahraga yang aman, serta saling mendukung dan mengingatkan batasan makanan. Yang tidak boleh dimakan, ya tidak dilanggar," kata dia melanjutkan.
Peserta Prolanis di Puskesmas Sobo bisa menjalani pemeriksaan (check up). Mereka juga mengikuti berbagai kegiatan lain yang berguna bagi kesehatan seperti senam bersama dan penyuluhan oleh dokter dengan berbagai materi yang relevan.
Menurut Asmawiyah, pemeriksaan rutin yang dilakukan minimal enam bulan sekali sangat membantu peserta JKN seperti dia untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara berkala.
"Di sini kami saling mengingatkan untuk mengurangi gula, dan rutin minum obat tepat waktu. Kunci untuk hidup sehat dan panjang umur bagi penderita DM adalah disiplin, dan Prolanis menciptakan lingkungan yang disiplin itu," ujar Asmawiyah.
Maka itu, Asmawiyah mengajak para pengidap diabetes melitus dan penyakit kronis lainnya untuk segera mendaftar jika belum tergabung dalam grup Prolanis di FKTP masing-masing.
Dia mengingatkan, para penderita penyakit kronis seperti DM tidak menilai sendiri kondisi kesehatannya (self-assessment). Misalnya, memutuskan sendiri untuk berhenti minum obat karena merasa gula darah sudah normal.
"Itu harus disadari, minum obat harus rutin, dosisnya mungkin berubah-ubah sesuai anjuran dokter, tapi jangan sampai berhenti sendiri," terang Asmawiyah.
Dia juga menambahkan, "Bila ingin sehat, ingin panjang umur, ikutlah Prolanis. Kita di sini banyak teman, bisa bertukar pikiran, bertukar cerita, dan kita banyak tahu tentang penyakit DM itu sendiri."
Asmawiyah mengatakan, ketika penderita penyakit kronis berkumpul dan berdiskusi lebih sering berkumpul bersama, mereka bisa semakin memahami penyakitnya. Kepatuhan pada prosedur pengobatan pun bertambah baik.
"Semakin sering kumpul di Prolanis, InsyaAllah kita sehat bersama. Program JKN tidak hanya membayar biaya pengobatan, tapi juga membangun komunitas sehat untuk kami,” ujar Asmawiyah memungkasi ceritanya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































