Menuju konten utama

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 5.801,454

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 124 saham menguat, 374 melemah, dan 151 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 5.801,454
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 5.801,454 pada pembukaan perdagangan Selasa (2930/6/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.06 WIB, indeks melemah 94,9 poin atau sebesar 1,63 persen sesaat setelah dibuka.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 124 saham menguat, 374 melemah, dan 151 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 5.722,891 hingga 5.811.699 sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.059 triliun.

Adapun volume transaksi mencapai 1,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 125.829 kali.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (29/6/2026) sore, ditutup melemah seiring pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah dan arah suku bunga global.

IHSG ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.820,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,71 poin atau 1,83 persen ke posisi 573,01.

“Mengawali pekan ini, tekanan eksternal dan internal turut menopang tekanan IHSG,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memanas, yang mengancam kesepakatan perdamaian.

AS menyerang basis militer Iran pada akhir pekan, karena Iran sempat menyerang wilayah Selat Hormuz. Ketegangan itu bertambah parah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut.

Dalam unggahan Truth Social, Trump mengungkapkan pesawat AS baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata.

Sementara itu, Iran melakukan serangan drone dan rudal terhadap Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan baru AS terhadap target di Iran selatan.

Meskipun kedua pihak sepakat untuk menangguhkan serangan lebih lanjut menjelang pembicaraan perdamaian yang akan dilanjutkan pekan ini di Doha, Qatar, namun demikian ketidakpastian akan perdamaian tetap ada.

Dari data ekonomi, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) AS, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS, tingkat pengangguran AS, PMI manufaktur China, serta inflasi Zona Euro.

"Data ekonomi AS yang dinantikan, khususnya ketenagakerjaan yang apabila hasilnya kurang baik, berpotensi memberikan tekanan kepada pasar," ujar Nico.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto