Menuju konten utama

IHSG Ditutup Merah 6.161,22 usai Pengumuman Danantara

Airlangga tak menampik pertanyaan terkait pengumuman pengurus Danantara lah yang menjadi sebab merahnya IHSG sore hari ini.

IHSG Ditutup Merah 6.161,22 usai Pengumuman Danantara
Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Jumat (15/11/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,74 persen atau 53,3 poin ke level 7.161 pada penutupan perdagangan Jumat (15/11/2024). . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah di level 6.161,22, turun 96,96 atau setara 1,55 persen dari posisi 6.242,23 pada pembukaan perdagangan Senin (24/3/2025). Mengutip data RTI Business, indeks harga saham sempat mencapai titik tertingginya di level 6.269,90 dan titik terendah di angka 5.967,19.

Jika dirinci, sebanyak 134 saham tercatat mengalami kenaikan, 168 saham tidak berubah dan 500 lainnya terperosok ke zona merah. Sementara itu, volume perdagangan melibatkan 14,56 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,07 juta kali transaksi jual-beli. Sedangkan, nilai perdagangan saham pada sore hari ini mencapai Rp10,63 triliun.

Jika dilihat dari sektornya, beberapa himpunan bank milik negara (Himbara) nampak masih hijau dan beberapa lainnya terperosok jatuh usai pengumuman pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya, yang pada perdagangan sore ini ditutup di harga 4.460 per lembar saham, naik 50 poin atau 1,13 persen.

Sebaliknya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI ditutup merah di level 3.720 per lembar saham atau turun 50 poin (-1,33 persen) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditutup turun 90 poin atau 2,43 persen menjadi 3.610 per lembar saham pada perdagangan sore ini.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai jebloknya IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (24/3/2025) harus dilihat terlebih dulu dari perkembangannya, apalagi transaksi saham terjadi secara harian, di mana pergerakan saham ditentukan oleh masing-masing kinerja emiten. Meski begitu, dia tak menampik pertanyaan terkait pengumuman pengurus Danantara lah yang menjadi sebab merahnya IHSG sore hari ini.

“Kita lihat aja perkembangannya. Perkembangan nya karena market ada daily (harian). Ya kalau saham kan masing-masing,” kata dia, kepada awak media, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).

Sebaliknya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai bahwa penurunan kinerja saham hari ini tak lepas dari keputusan pemilihan pengelola Danantara dan juga bagaimana lembaga investasi itu dijalankan ke depannya.

Menurut Bhima, banyak investor saham merespon negatif rencana inbreng saham dan aset perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya yang berstatus perseroan terbuka (PT) atau Tbk ke Danantara.

“Ini mengancam sekali nih dari sisi investor pengalihan saham dan juga dividen dari BUMN ke Danantara, terutama perusahaan-perusahaan BUMN yang Tbk. Nah, minggu ini juga ada rapat umum pemegang saham Bank BUMN, di mana kalau dilakukan inbreng saham bank BUMN ke Danantara, pastinya market makin merespons negatif lagi,” jelas dia, kepada Tirto, Senin (24/3/2025).

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher