Menuju konten utama

IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Debat Perdana Capres Malam Ini

IHSG berpotensi tertekan pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (12/12/2023). Berikut rekomendasi saham dari analis.

IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Debat Perdana Capres Malam Ini
Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023). Usai cuti bersama Lebaran 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (26/4) dibuka menguat 60 poin (0,88 persen) ke 6.877. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertekan pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (12/12/2023). Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.954 sampai dengan 7.174

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG saat ini terlihat rentang konsolidasi pasca mengalami kenaikan jangka pendek pada beberapa waktu sebelumnya. Sementaraa itu, dia menilai perkembangan pola pergerakan IHSG masih menunjukkan tren positif dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, dia menilai fluktuasi harga komoditas dan pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pola gerak IHSG dalam jangka pendek.

"Selain itu, masih tercatatnya capital outflow secara year to date yang cukup signifikan hingga saat ini turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG, hari ini IHSG berpeluang tertekan," kata William dalam riset hariannya.

Berikut beberapa rekomendasi dari Yugen Bertumbuh Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi cuan pada perdagangan hari ini:

- TLKM

- BBNI

- INDF

- BMRI

- AKRA

- BSDE

- TBIG

Sebelumnya, IHSG pada Senin (11/12/2023) ditutup melemah yang dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi.

Tercatat, IHSG melemah 70,81 poin atau 0,99 persen ke posisi 7.088,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,66 poin atau 1,44 persen ke posisi 936,70.

"IHSG tertahan di zona merah seiring sentimen eksternal, di mana pasar menilai terjadinya deflasi di Cina tentunya memberikan petunjuk penurunan permintaan yang mengarah ke perlambatan ekonomi, sehingga akan berpotensi menghambat ekonomi Indonesia, yang mana Cina merupakan mitra strategis dagang Indonesia," kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, dikutip dari Antara.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait IHSG HARI INI atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Bisnis
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin