tirto.id - Informasi mengenai bencana alam penting dan patut menjadi perhatian karena bisa menyangkut keselamatan. Namun, sayangnya, di media sosial, informasi soal bencana ini kerap melenceng dari fakta dan malah menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Teranyar, sebuah video di media sosial menunjukkan kondisi awan mengepul dengan kilatan, di atas sebuah SPBU. Video 30 detik itu dinarasikan menunjukkan kondisi Gunung Kelud pada akhir Mei 2025,. "Hari ini tanggal 29-05-2025, Gunung Kelud mulai menunjukkan tanda-tanda aktif," tulis unggahan akun "Dimas Radito" (arsip) di Facebook, Jumat (30/5/2025).

Unggahan serupa dari akun "Dika Agil Hendra" (arsip) pada 30 Mei 2025 juga menyebut cuplikan video serupa menunjukkan Gunung Kelud yang erupsi. Dua unggahan tersebut hanya mengumpulkan empat tanda suka, serta delapan kali dibagikan ulang. Namun, tetap saja narasi seperti ini dapat menimbulkan kepanikan masyarakat.
Apalagi, unggahan serupa dari akun TikTok @masdito___(arsip) mendapat atensi yang luar biasa. Video tersebut mengumpulkan lebih dari 890 ribu penonton, 16 ribu tanda suka, dan 958 komentar sampai dengan Senin (2/6/2025).
Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar terjadi erupsi di Gunung Kelud pada akhir Mei 2025?
Penelusuran Fakta
Tirto mencoba mencari informasi mengenai kejadian yang ada di video tersebut. Kami mencoba mencari informasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) yang senantiasa membuat laporan mengenai kondisi gunung api di Indonesia.
Lembaga tersebut membuat laporan khusus terkait isu erupsi Gunung Kelud pada 29 Mei 2025. "Berdasarkan hasil verifikasi melalui Pos Pengamatan Gunung api Kelud; data kegempaan dari seismograf tidak merekam adanya aktivitas erupsi Gunung api Kelud, bahkan fenomena petir yang terlihat dalam narasi video juga tidak terekam di seismograf," begitu bunyi pesan dalam laporan tersebut.
Kejadian dalam video tersebut disebut terekam dari Kabupaten Blitar. Hasil penelusuran Tirto, berdasar informasi tersebut, ditambah dengan mencermati nomor SPBU yang ada di video, kejadian diperkirakan terjadi di SPBU 54.661.21 Binangun berikut.
Lebih lanjut, Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan kalau kejadian dalam video adalah fenomena cuaca di salah satu sisi Gunung Kelud. "Hasil pantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api terlihat adanya formasi awan yang cukup tebal disertai hujan dan kilatan-kilatan petir yang terjadi di utara atau di barat laut Gunung api Kelud. Dengan demikian rekaman video di media sosial yang terlihat dari Kabupaten Blitar hanya merupakan fenomena meteorologi dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Kelud," tulis paparan tersebut.
Berdasarkan pantauan dari lapangan dan analisis yang dilakukan, Badan Geologi Kementerian ESDM menyimpulkan, narasi dari video yang tersebar di media sosial tidak tepat. “Dapat dipastikan narasi video yang menyebutkan bahwa terjadi erupsi di Gunung Kelud adalah tidak benar atau hoaks.”
Laporan lembaga tersebut menjabarkan kondisi aktivitas Gunung Kelud berada pada level I alias normal. Data kegempaan yang tercatat di Pos Pengamatan Gunung Api Kelud dalam kurun waktu seminggu terakhir (22 – 29 Mei 2025), terekam satu kali gempa Vulkanik Dalam, dua kali gempa Tektonik Lokal, dan 16 kali gempa Tektonik Jauh.
Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut.
“Untuk itu direkomendasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak mempercayai isu-isu mengenai erupsi Gunung Kelud dan senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, atau Badan Geologi-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas Gunung api Kelud,” tambah keterangan informasi tersebut.
Kami juga menemukan unggahan akun "BPBD Kabupaten Blitar" berikut yang menegaskan kalau video yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Kelud dalam video adalah hoaks."Berdasarkan informasi dari pengamat pos pantau Gunung Kelud, Kamis (29/5/2025), dilaporkan Gunung Kelud AMAN terang benderang," tulis keterangan artikel tersebut.
Akun tersebut juga memberi informasi mengenai kondisi Gunung Kelud pada 30 Mei 2025. Dengan cuaca cerah dan berawan, gunung dalam kondisi normal dengan kondisi asap kawah nihil.
Sementara itu kepada Kompas.com, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri (BMKG), Lukman, menjelaskan gumpalan awan pada video hanya merupakan pertumbuhan awan konvektif cumulonimbus yang menyebabkan adanya petir. “Jika dilihat dari radar cuaca, posisi awan tersebut berada di wilayah sekitar Kecamatan Kandangan (sisi utara Gunung Kelud),” ujar Lukman, Jumat (30/5/2025).
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan narasi erupsi di Gunung Kelud pada akhir Mei 2025 yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD Kabupaten Blitar, dan BMKG, semua menyatakan kalau kondisi Gunung Kelud pada 29 Mei 2025 aman. Fenomena yang terakam dalam video adalah adanya formasi awan tebal disertai hujan dan kilatan petir. Kejadian tersebut terjadi di sisi utara dan barat laut Gunung Kelud. Kondisi tersebut hanya fenomena cuaca yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Kelud.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































