Menuju konten utama

Heboh Batu Mirip Ular Raksasa di Thailand, Hoaks atau Fakta?

Penemuan batu raksasa berbentuk seperti ular di Thailand, bikin geger media sosial. Apakah ini hoaks atau fenomena alam nyata? Simak penjelasannya di sini.

Heboh Batu Mirip Ular Raksasa di Thailand, Hoaks atau Fakta?
Fosil Batu Ular Thailand. tiktok/Delprado

tirto.id - ⁠⁠Di media sosial salah satunya TikTok belakangan sedang heboh penemuan batu mirip ular raksasa di Thailand. Banyak orang yang bahkan sengaja mendatangi lokasi penemuan batu mirip ular tersebut untuk membuktikan apakah itu hoaks atau fakta.

Batu yang mirip dengan ular raksasa ini terletak di sebuah sungai di Distrik Khao Kho, sebuah daerah pegunungan di Provinsi Phetchabun, Thailand. Awalnya seorang pengunjung sungai tersebut yang berniat memancing melihat ada yang aneh dengan batu-batuan itu.

Setelah dilihat lebih detail, ternyata batuan yang ditemuinya itu menyerupai kepala ular. Namun yang lebih menghebohkan adalah, tidak hanya kepala ular saja yang ada di sungai tersebut, melainkan bebatuan lain yang mirip dengan badan ular yang membentang sepanjang sungai.

Batu Mirip Ular Raksasa di Thailand, Hoaks atau Fakta?

Sejak penemuannya itu, banyak orang yang mendatangi sungai di Distrik Khao Kho, Thailand itu. Tujuan mereka bermacam-macam, ada yang datang untuk membuktikan langsung, ada juga yang sudah percaya jika ada unsur mistis dari batu tersebut.

Mereka yang percaya jika bebatuan mirip ular itu adalah berkat dari Yang Di Atas, lantas menjadikan tepian sungai sebagai tempat untuk berdoa. Mereka membawa dupa dan juga bunga-bunga kemudian berdoa di depan bebatuan tersebut.

Selain mereka yang percaya jika bebatuan mirip ular itu adalah berkat dari Tuhan, ada juga netizen yang lebih meyakini jika hal itu hanya kebetulan belaka.

Bebatuan itu awalnya tidak berbentuk seperti sisik ular. Namun karena terkena erosi, maka lambat laun batu terkikis sehingga menyerupai bentuk ular.

Erosi adalah proses alami saat air, angin, suhu, dan es perlahan-lahan mengikis permukaan batuan dalam jangka waktu yang lama.

Sebelum penemuan batu mirip ular di Distrik Khao Kho, warga Thailand sudah pernah dihebohkan dengan penemuan gua yang mempunyai struktur mirip ular naga.

Dikutip dari ​​The Archaeologist, batu ini begitu besar hingga tampak seperti dinding bersisik yang tinggi dan memanjang, seolah membentuk tubuh ular dari kepala hingga ekornya.

Keajaiban alam ini ditemukan di Naka Cave, sebuah gua yang terletak di Distrik Bueng Khong Long, Provinsi Bueng Kan, Thailand.

Masyarakat sekitar percaya bahwa beberapa bagian batu menyerupai kepala ular piton, dan yang lainnya tampak seperti tubuh ular yang melingkar. Dalam kepercayaan Buddhis, batu-batu raksasa yang menyerupai ular ini dikaitkan dengan makhluk mitologis bernama Naga.

Salah satu legenda yang terkenal bahkan menyebut bahwa Sungai Mekong tercipta dari dua raja Naga yang melata melalui kawasan yang kini menjadi Taman Nasional Phu Langka.

Beberapa wisatawan pun berspekulasi bahwa batu ini dulunya adalah Titanoboa, ular terbesar yang pernah hidup, dan menjadi fosil akibat letusan gunung berapi jutaan tahun lalu.

Ada juga kepercayaan kuno yang mengatakan bahwa ular raksasa ini mati dan tidak membusuk, lalu secara alami membatu karena tertimbun tanah dan batuan selama jutaan tahun.

Walau berbagai teori dan mitos terus berkembang, pihak Taman Nasional Phu Langka menyampaikan penjelasan ilmiah bahwa batuan tersebut sebenarnya adalah formasi alam yang terbentuk lebih dari 100.000 tahun yang lalu.

Perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam menyebabkan batu mengalami pemuaian dan penyusutan berulang, sehingga muncul retakan-retakan kecil. Proses ini, ditambah dengan erosi angin dan air, menghasilkan pola menyerupai sisik ular di permukaan batu.

Baca juga artikel terkait WISATA ALAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra