tirto.id - Hari ini Senin, 25 Mei 2026 umat Islam menjalankan puasa apa? Lantas, bagaimana hukumnya jika seorang muslim hanya mengerjakan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, tetapi tidak mengerjakan puasa Tarwiyah? Apakah puasa Tarwiyah dan Arafah mesti dijalankan beriringan?
Umat Islam akan merayakan Idul Adha pada 10 Zulhijah 1447 H yang bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026. Pada hari tersebut, diikuti dengan 3 hari tasyrik, kaum muslimin disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban dan membagikan dagingnya untuk khalayak umum.
Sebelum 10 Zulhijah tersebut, seorang muslim dapat mengisi hari-hari dengan berpuasa. Pada 1-7 Zulhijah, kita dapat menjalankan puasa sunah bulan Zulhijah, yang lantas diikuti puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah, dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah. Selanjutnya, dari 10 hingga 13 Zulhijah, dalam perayaan Idul Adha, kaum muslimin diharamkan untuk berpuasa.
Hari Ini Puasa Apa & Apa yang Dimaksud Puasa Tarwiyah?
Berdasarkan keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama RI, tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, hari ini Senin, 25 Mei 2026 bertepatan dengan tanggal 8 Zulhijah 1447 H. Sebagai catatan, dalam penanggalan kamariah, sebuah hari tidak dimulai dari tengah malam, tetapi dari petang hari sebelumnya saat matahari terbenam.
Puasa hari ini 8 Zulhijah disebut sebagai Puasa Tarwiyah. Jika ditinjau dari segi bahasa, Tarwiyah berasal dari kata ar-rawi yang berarti mengairi, membawa air, atau berpikir (merenung).
Jika dilihat dari sejarahnya, penamaan puasa Tarwiyah merujuk pada tradisi jemaah haji pada zaman dulu yang mengumpulkan dan membawa pasokan air dari Mekah menuju Mina. Hal ini terjadi pada tanggal 8 Zulhijah untuk persiapan logistik wukuf di Arafah esok harinya.
Sementara itu, dari kedalaman makna, Hari Tarwiyah juga dikaitkan dengan peristiwa Nabi Ibrahim yang mulai mendapatkan petunjuk awal lewat mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Beliau menghabiskan hari tersebut untuk berpikir dan merenungkan (yatarawwa) apakah mimpi tersebut benar-benar wahyu dari Allah SWT atau bukan.
Setelah puasa Tarwiyah, umat Islam dapat melanjutkannya dengan Puasa Arafah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, yang pada tahun ini bertepatan dengan hari Selasa, 26 Mei 2026.
Dari segi sejarah, puasa ini inamakan Arafah karena pada hari ini, seluruh jemaah haji dari berbagai belahan dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan inti ibadah haji, yaitu wukuf.
Dari sisi maknawi, Kata Arafah sendiri berarti "mengetahui" atau "menyadari". Ini adalah hari ketika Nabi Ibrahim AS akhirnya meyakini sepenuhnya ('arafa) bahwa mimpi menyembelih putranya adalah perintah mutlak dari Allah SWT. Bagi umat muslim yang tidak sedang berhaji, hari ini menjadi momentum emas untuk menyadari dosa-dosa dan kembali berserah diri kepada Sang Pencipta.
Bolehkah Puasa Arafah Tapi Tidak Tarwiyah?
Banyak di antara kita yang mungkin menghadapi kendala fisik, kesibukan kerja, atau alasan kesehatan sehingga tidak dapat mengerjakan puasa Tarwiyah pada hari ini Senin (24/5). Ada pula yang mungkin lupa, da baru ingat bahwa besok sudah masuk 9 Zulhijah atau Puasa Arafah. Pertanyaan krusialnya, bolehkah hanya mengambil puasa Arafah (9 Zulhijah) saja dan melewatkan puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)?
Jawabannya adalah boleh dan sah-sah saja secara hukum fikih. Puasa Tarwiyah dan puasa Arafah adalah dua ibadah sunnah yang bersifat independen (berdiri sendiri). Tidak ada syarat sah yang menyatakan bahwa untuk melakukan puasa Arafah, seseorang harus berpuasa Tarwiyah terlebih dahulu pada hari sebelumnya. Anda tidak berdosa dan pahala puasa Arafah Anda tidak akan berkurang hanya karena melewatkan hari Tarwiyah.
Puasa Arafah berstatus Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan), sedangkan puasa Tarwiyah berstatus Sunnah Ghairu Muakkadah (anjuran biasa). Umat Islam yang melewatkan puasa Tarwiyah karena halangan atau lupa, tentu saja dapat mengerjakan puasa Arafah pada 9 Zulhijah atau Selasa (26/5).
Di samping itu, jika kita belum tahu ada Puasa Tarwiyah sebelum Puasa Arafah, hal ini dapat menjadi catatan untuk tahun berikutnya, sehingga kita dapat mengerjakan dua puasa tersebut beriringan.
Di sisi lain, puasa Arafah memang bukan puasa wajib. Namun, penunaiannya sangat dianjurkan. Oleh karenanya, puasa tersebut sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja.
Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (H.R. Muslim).
Untuk memudahkan Anda melihat kalender ibadah dan larangan berpuasa pada Zulhijah tahun ini, berikut adalah tabel rangkumannya.
| Hari & Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Agenda Ibadah / Status Hukum |
| Senin - Minggu, 18 - 24 Mei 2026 | 1 - 7 Zulhijah 1447 H | Puasa Sunnah Awal Zulhijah |
| Senin, 25 Mei 2026 | 8 Zulhijah 1447 H | Puasa Sunnah Tarwiyah |
| Selasa, 26 Mei 2026 | 9 Zulhijah 1447 H | Puasa Sunnah Arafah |
| Rabu, 27 Mei 2026 | 10 Zulhijah 1447 H | Hari Raya Idul Adha & Sembelih Qurban (Haram Berpuasa) |
| Kamis - Sabtu, 28 - 30 Mei 2026 | 11 - 13 Zulhijah 1447 H | Hari Tasyrik & Sembelih Qurban (Haram Berpuasa) |
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah, Arafah, dan Zulhijah
Puasa sunnah berbeda dengan puasa wajib. Puasa sunnah dapat dikerjakan langsung ketika seseorang hendak berpuasa, tanpa perlu meniatkan lebih dahulu malam harinya, selama ia belum makan dan minum sejak waktu subuh (fajar shadiq). Oleh karenanya, jika Anda pagi ini belum bersantap, lantas ingin mengerjakan puasa Tarwiyah, hal itu dapat saja dilakukan.
Di sisi lain, jika Anda ingin berpuasa untuk membayar utang puasa Ramadhan yang belum lunas, Anda dapat mengerjakan puasa pada hari Arafah (9 Zulhijah) dengan niat untuk qadha Ramadhan. Menurut mayoritas ulama, dengan mendahulukan niat wajib (qadha), utang puasa Anda akan gugur dan insyaallah Anda tetap mendapatkan keutamaan pahala puasa sunnah pada hari tersebut.
Untuk membantu Anda mengamalkan ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah dengan mantap, berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba.
Niat Puasa Tarwiyah (Senin, 25 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya, "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah (Selasa, 26 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً Lِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya, "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































