Harga Minyak Goreng Naik, 11 Juta Liter Minyak Murah Dipasok Pasar

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 17 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kemendag sudah mulai memasok minyak murah dalam kemasan seharga Rp14.000/liter untuk menekan harga minyak goreng di pasaran.
tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah mulai memasok minyak murah dalam kemasan seharga Rp14.000/liter untuk menekan harga minyak goreng yang masih melambung di pasaran.

Langkah tersebut sudah dilakukan oleh produsen minyak goreng yang tergabung dalam Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) bekerja sama dengan ritel modern anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) usai adanya koordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait harga minyak yang melambung.

“Pemerintah mengapresiasi komitmen produsen yang bersedia mengurangi keuntungan dalam rangka memberikan minyak goreng terjangkau bagi masyarakat di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah sebagai bahan baku minyak goreng. Diharapkan langkah tersebut segera diikuti produsen minyak goreng lainnya untuk menambah ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana di masyarakat saat ini,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Selasa (16/11/2021).

Kuota yang disediakan saat ini yaitu sebesar 11 juta liter. Oke menambahkan, penyediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga terjangkau dilakukan minimal hingga menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Penyalurannya telah dimulai pada awal November di AEON Jakarta Garden City (JGC) dan segera akan diikuti ritel modern lainnya. Penjualannya dibatasi 1 kemasan per orang per hari,” ujar dia.

Harga minyak goreng hingga saat ini memang belum turun berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Jawa Barat Rp18.750, Jawa Timur Rp18.100, Jambi Rp17.200, Kalimantan Tengah Rp18.700, Maluku Rp19.200. Harga tersebut masih jauh di atas Haga Eceran Tertinggi (HET), saat ini HET minyak goreng kemasan sederhana tercatat sebesar Rp 11.000 per liter. Adapun dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Perdagangan M Lutfi menjelaskan alasan di balik naiknya harga minyak goreng di pasar.

"Memang kita lihat ada beberapa hal, karena perubahan iklim dan adanya supercycle dari harga-harga komoditas. Memang ada barang-barang yang naik, contohnya minyak goreng," terang dia.

Selain itu, kenaikan harga minyak goreng disebabkan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia yang meningkat signifikan sebesar 52,23 persen dibanding November tahun 2020.


Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK GORENG atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight