tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjenguk Syehlendra Haical Aditya, santri korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, yang tengah menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/10).
Gus Ipul tiba sekitar pukul 08.15 WIB dan langsung menuju ruang HCI, tempat Haical dirawat. Dengan suara lembut, ia menyapa dan memberi semangat kepada Haical yang baru saja menjalani amputasi akibat luka infeksi setelah tertimbun reruntuhan bangunan pesantren.
"Kamu dapat salam dari Presiden, Presiden memberikan perhatian, memberikan atensi, makanya yang kerja keroyokan dari berbagai Kementerian, untuk mendukung Haical supaya cepat sehat," kata Gus Ipul kepada Haical.
Kunjungan itu menjadi momen emosional bagi Gus Ipul. Ia sebelumnya sempat menyaksikan langsung proses evakuasi Haical oleh tim SAR pada Rabu (1/10), dua hari setelah bangunan ambruk.
"Saya bisa menjenguk kembali Haical, di mana pada waktu itu hari ke-3, hari Rabu, tepatnya saya pas bersama Ibu Kadinsos Provinsi, Pak Wagup, dan Kepala Basarnas menyaksikan secara langsung evakuasi terhadap Haical ini," ujar Gus Ipul usai menjenguk Haical.
Gus Ipul mengatakan, Haical merupakan salah satu korban dengan luka berat yang membutuhkan perawatan intensif dan dukungan jangka panjang.
"Saya melihat layanan di rumah sakit ini cukup bagus, ditangani oleh dokter-dokter yang profesional, dan terus mengikuti perkembangan dari kesehatan saudara atau anak kita, adik kita Haical," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban dan keluarga mendapat pendampingan penuh.
"Sampai sekarang kita juga terus mendampingi, secara bersama-sama pada seluruh keluarga yang masih menunggu identifikasi yang dilakukan oleh Polda Jatim," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa penanganan korban dilakukan melalui tiga tahapan utama: evakuasi dan kedaruratan, pemulihan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Pertama adalah tahap evakuasi dan kedaruratan, saya ingin berterima kasih juga tim evakuasi, Basarnas, BNPB, Kepolisian, TNI telah bekerja dengan baik pada masa-masa evakuasi dan masa-masa kedaruratan," jelasnya.
"Rehabilitasi itu yang pertama difokuskan kepada korban-korban yang sekarang masih memerlukan perhatian bersama. Baik itu korban luka berat maupun luka sedang dan luka ringan," urainya.
Berdasarkan data terkini, terdapat 74 korban luka ringan, 24 korban luka berat, dan 63 korban meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan musala pondok tersebut.
"Nah semua ini tentu kita akan terus didampingi terus ya, untuk sama-sama kita lakukan rehabilitasi, baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial," ujar Gus Ipul.
Selain pemulihan kesehatan, Kementerian Sosial juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perlindungan sosial dan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban.
"Kita akan mendampingi keluarga terutama bagi keluarga yang putranya itu cukup mengalami luka berat sampai ada amputasi atau juga luka-luka lain yang memang memerlukan pendampingan sampai nanti tentu pemberdayaan, jadi segala kebutuhan-kebutuhannya ini sesuai arahan Presiden, akan didukung sepenuhnya," tambahnya.
Diketahui, bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB, ketika para santri tengah menunaikan salat Ashar. Dugaan sementara, struktur bangunan tidak mampu menahan beban tambahan dari pengecoran lantai atas, sehingga runtuh hingga ke lantai dasar dan menimpa para santri yang sedang beribadah.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































