tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak jajaran pemerintah desa di Kabupaten Malang untuk memperkuat layanan sosial di tingkat akar rumput. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menghidupkan kembali peran Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) serta aktif terlibat dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Fokus kepada layanan, terutama layanan sosial. Jadi begini Pak Kades, saya ingin para Kades ini menghidupkan Puskesos atau Pusat Kesejahteraan Sosial," kata Gus Ipul saat memberikan arahan dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (30/3/2026).
Kehadiran Gus Ipul sejak pagi disambut penampilan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 47 Malang. Para siswa tampil percaya diri membawakan pidato, paduan suara, hingga pembacaan puisi di hadapan ratusan peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, jajaran Forkopimda, pejabat Kementerian Sosial, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa keberhasilan program sosial sangat bergantung pada akurasi data. Karena itu, peran pemerintah daerah, mulai dari kepala daerah, dinas sosial, hingga perangkat desa seperti RT dan RW, dinilai sangat menentukan dalam proses pembaruan data.
"Ini adalah jalur formal, sangat strategis. Jadi peran RT, RW strategis, peran Operator SIKS-NG strategis, peran Kepala Desa sangat strategis. Karena Kepala Desa beserta jajaranya bisa mencoret dan bisa juga mengusulkan warganya yang layak untuk mendapatkan bantuan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh BPS," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembaruan DTSEN tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga melalui partisipasi masyarakat. Warga dapat menyampaikan usulan atau koreksi data melalui berbagai kanal yang disediakan, seperti aplikasi Cek Bansos.
"Masyarakat bisa berpartisipasi lewat mana? Lewat jalur aplikasi cek bansos. Ini aplikasi khusus untuk masyarakat. Kalau operator itu aplikasinya SIKS-NG," ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul kembali menekankan pentingnya keberadaan Puskesos sebagai ruang pelayanan langsung di desa. Fasilitas ini berfungsi menampung keluhan warga sekaligus menjadi pintu masuk layanan sosial yang terintegrasi.
"Ini Pak Bupati, Puskesos ini penting. Pusat Kesejahteraan Sosial. Nanti salah satu yang ada di dalam itu adalah operator desa itu. Nah ini untuk menampung keluhan warga," imbuhnya.
Setiap aduan yang masuk, lanjutnya, akan ditindaklanjuti melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), sehingga penanganan masalah sosial dapat dilakukan secara sistematis.
" Ada sistemnya namanya SLRT, artinya keluhan-keluhan itu harus ditindaklanjuti," kata Gus Ipul.
Ia juga mengaitkan upaya ini dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya data terpadu agar seluruh warga yang membutuhkan dapat dijangkau program bantuan.
"Anak-anak Sekolah Rakyat yang tadi tampil di atas panggung ini adalah mereka-mereka dari keluarga The Invisible People. Mereka-mereka yang keluarganya sudah tidak sanggup menyekolahkan anaknya," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi mengapresiasi penampilan siswa SRT 47 Malang. Ia menilai program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi bentuk nyata kepedulian sosial.
"Kalau punya pengetahuan, punya kemampuan, sedekahkan kemampuannya kepada yang membutuhkan. Seperti pendidikan-pendidikan pada Sekolah Rakyat. Tadi luar biasa Sekolah rakyat kita, sudah bisa berpidato dua bahasa," kata Sanusi.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































