Menuju konten utama

Gus Ipul: Anak Belajar di Sekolah Rakyat, Orang Tua Diberdayakan

Mensos Gus Ipul mengungkapkan sejumlah keistimewaan Sekolah Rakyat sebagai program untuk pengentasan kemiskinan.

Gus Ipul: Anak Belajar di Sekolah Rakyat, Orang Tua Diberdayakan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Bupati Purworejo Yuli Hastuti di Ruang Rapat Menteri Sosial, Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan Sekolah Rakyat adalah terobosan Presiden Prabowo Subianto yang istimewa untuk pengentasan kemiskinan. Sebab, program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi para siswa miskin, tetapi juga intervensi komprehensif kepada keluarganya. Para orang tua murid Sekolah Rakyat menerima bansos, layanan kesehatan gratis, hingga pemberdayaan ekonomi.

"Sekolah rakyat ini istimewa, programnya presiden. Kita diajak noleh [menengok] kepada mereka yang paling miskin, memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau dan memungkinkan yang tidak mungkin," kata Gus Ipul saat menerima audiensi dengan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka dan Bupati Purworejo Yuli Hastuti di Gedung Kemensos, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Di forum audiensi itu, Gus Ipul menerangkan, perbedaan utama antara Sekolah Rakyat dengan sekolah umum adalah integrasinya dengan program-program unggulan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan.

Berbagai program itu meliputi bansos, Koperasi Desa Merah Putih, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, hingga perbaikan rumah dan pemberdayaan ekonomi.

"Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Rumahnya diperbaiki, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bansos lengkap, seluruh keluarganya dapat [bantuan] PBI-JKN," ujar Gus Ipul.

"Jadi [program Sekolah Rakyat] tidak berdiri sendiri, ini bersamaan dengan program unggulan Presiden yang lain, diintervensi di sini. Keren ini, tidak ada sebelumnya kayak begini," kata dia melanjutkan.

Gus Ipul menambahkan, selain memperoleh akses pendidikan, semua murid Sekolah Rakyat bisa mendapatkan perbaikan kondisi kesehatan berdasarkan rekam medis di program cek kesehatan gratis.

Dia mencatat, dari 7.409 siswa, sebanyak 52 persen perlu pemeriksaan lanjutan. Masalah kesehatan yang paling banyak adalah karies gigi, tingkat kebugaran rendah, anemia, gangguan di telinga, dan kekurangan gizi. "Ini yang akan diperbaiki ke depan lewat sekolah rakyat. Kasih gizi yang bagus," tegas Gus Ipul.

Di samping itu, menggunakan DNA talent mapping, murid Sekolah Rakyat difasilitasi untuk mengetahui bakat dan minatnya. Proses ini dilakukan dengan teknologi DNA talent berbasis Artificial Intelligence (AI).

Menurut Gus Ipul, dari 4.889 murid Sekolah Rakyat yang sudah dipetakan bakat dan minatnya, sebanyak 19,6 persen memiliki kecenderungan visual, 50,4 persen kinestetik, dan 30 persen auditory. "Keren hasilnya ini. Kita punya data anak-anak lengkap. Tidak ada di sekolah lain. Adanya di sekolah rakyat, hanya ada di sekolah rakyat," lanjut dia.

Menanggapi penjelasan tersebut, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyatakan dukungannya terhadap program ini. Kata dia, Sekolah Rakyat di Sulbar telah beroperasi tahun ini dengan menampung 100 siswa. Pemprov Sulbar juga telah menyediakan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat pada tahun depan.

"Kami sudah siapkan tanah, Pak, untuk pembangunan yang baru. Ada dua tanah kami siapkan," ujar Suhardi.

Tanggapan yang sama disampaikan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti. Kata Yuli, Pemkab Purworejo pun telah menyiapkan lahan untuk gedung Sekolah Rakyat.

"Untuk pendirian Sekolah Rakyat Purworejo, siap lahan di salah satu desa seluas 9,7 hektare. Kalau memang masih diperlukan, masih ada lagi 3,2 hektare," kata Yuli.

Hingga kini, sudah ada 100 Sekolah Rakyat beroperasi. Pemerintah menargetkan jumlah bertambah menjadi 65 titik pada akhir bulan, sehingga total mencapai 165 lokasi.

Presiden Prabowo juga memproyeksikan ke depan setiap Sekolah Rakyat menampung hingga 1.000 siswa. Jika terbangun 500 sekolah rakyat, sebanyak 500 ribu anak dari keluarga miskin akan dapat mengenyam pendidikan berkualitas secara gratis.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian Andy Kurniawan, Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos Joko Widiarto, Kepala Dinas Sosial Sulbar Abdul Wahab, Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Tolkha Amaruddin, serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmat Jainudin.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis