Menuju konten utama

Gunung Semeru 21 Kali Erupsi Selama Enam Jam Jumat Hari Ini

Gunung Semeru juga mengalami dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 56-88 detik selama enam jam terakhir.

Gunung Semeru 21 Kali Erupsi Selama Enam Jam Jumat Hari Ini
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Berdasarkan hasil evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Semeru masih didominasi proses permukaan dan berstatus Level III (Siaga), sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar terutama saat hujan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami 21 kali gempa letusan/erupsi selama enam jam terakhir pada Jumat (28/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

"Dalam pengamatan kegempaan tercatat 21 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 67-120 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mengutip Antara.

Gunung Semeru juga mengalami dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 56-88 detik selama enam jam terakhir, kemudian dua kali gempa embusan dengan amplitudo 6-8 mm, dan lama gempa 52-77 detik, dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-17 mm, S-P 21-46 detik dan lama gempa 68-113 detik.

"Secara visual gunung api terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara dan selatan," tuturnya.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Yadi.

Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 karena terjadi kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang dan semua pendaki yang berada di kawasan tersebut sudah turun pada Kamis (27/8/2026).

Baca juga artikel terkait ERUPSI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama