Menuju konten utama

Gerak Cepat Menutup Jalan Berlubang Pantura Jelang Mudik Lebaran

BBPJN menargetkan sterilisasi lubang tuntas maksimal pada 13 Maret 2026.

Gerak Cepat Menutup Jalan Berlubang Pantura Jelang Mudik Lebaran
Jalur Pantura yang terletak di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah (Fahreza Rizky/Tirto.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jalur Pantai Utara (Pantura) tetap menjadi primadona bagi pemudik pada Lebaran 2026. Guna menjamin keamanan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat berkomitmen melenyapkan seluruh jalan berlubang di arteri nasional tersebut.

Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terbagi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Mengingat krusialnya jalur ini bagi konektivitas DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, perbaikan kerusakan jalan menjadi prioritas utama untuk menekan angka kecelakaan.

Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, mengungkapkan bahwa awalnya terdata sekitar 7.400 lubang di wilayah Jawa Barat, dengan separuhnya terkonsentrasi di jalur Pantura.

"Separuh dari lubang itu, 3.000, ada di Pantura. 3.000 itu separuhnya ada di Karawang-Cikampek. Karena Karawang-Cikampek itu yang paling banyak lubang. Alhamdulillah sampai saat ini sudah zero (nol), zero lubang, zero potholes," ucap Rina di Posko Mudik Cirebon, Kamis (12/3/2026).

BBPJN menargetkan sterilisasi lubang tuntas maksimal pada 13 Maret 2026. Jika ditemukan kerusakan baru, petugas akan melakukan penambalan cepat menggunakan bahan Tambal Cepat Mantap (TCM) yang tersedia di seluruh posko mudik. Strategi ini didukung oleh penilik jalan yang menyisir rute setiap hari dan melaporkan temuan ke Command Center. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasi melaporkan kerusakan melalui saluran resmi untuk segera dieksekusi.

"Kami punya penilik jalan yang akan bertugas untuk menyisir lubang di lokasi wilayah masing-masing. Jadi setiap hari mereka mutar di ruasnya, kemudian akan melaporkan ke Command Center. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan masyarakat. Warga dapat melaporkan jalan berlubang ke saluran resmi kami, dan kami akan langsung eksekusi [perbaikan]," jelasnya.

Kepala BBPJN Jakarta-Jabar, Rina Kumala Sari

Kepala BBPJN Jakarta-Jabar, Rina Kumala Sari. (Fahreza Rizky/Tirto.id)

Rina menegaskan perbaikan dilakukan maksimal 1x24 jam setelah laporan diterima. Upaya ini sejalan dengan desakan Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, yang meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan absolut pemudik melalui percepatan perbaikan infrastruktur, terutama pada ruas yang terdampak curah hujan tinggi.

“Kami meminta pemerintah semakin mematangkan persiapan infrastruktur maupun transportasi. Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas absolut. Jalan berlubang harus segera ditutup dan sambungan jembatan yang rusak wajib diperbaiki sebelum volume kendaraan meningkat tajam,” ujar Sudjatmiko di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Strategi Mengurai Kemacetan di Pantura

Selain infrastruktur, pemerintah memetakan titik rawan macet seperti Simpang Jomin, Simpang Mutiara, dan Cikopo. BBPJN bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Satpol PP untuk menerapkan skenario lalu lintas, termasuk penutupan U-turn, sistem satu arah (one way), hingga penertiban pasar tumpah.

"Biasanya kan itu banyak pasar tumpah, ya, nah itu yang menyebabkan kemacetan. Nanti kami dibantu oleh Satpol PP untuk menertibkan kegiatan-kegiatan masyarakat yang menyebabkan macet di ruas jalan tersebut," tambah Rina.

Sebagai penutup, Rina mengimbau pemudik untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan posko yang tersedia jika merasa lelah. "Jangan memaksa kalau capek bisa beristirahat di posko-posko yang sudah kami sediakan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait INFO MUDIK atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fahreza Rizky