Menuju konten utama

Gempa Lombok: 386 Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi

Sebanyak 181 pendaki WNA berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani.

Gempa Lombok: 386 Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi
Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

tirto.id - Sebanyak 386 orang berhasil dievakuasi dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) usai diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR. Jumlah tersebut masih merupakan data sementara dari posko pendataan dan kesehatan yang terletak di Desa Bawak Enao, Lombok Timur, NTB.

Dari jumlah 386 orang yang selamat itu, sebanyak 181 merupakan pendaki warga negara asing (WNA), sementara 205 orang lainnya adalah pendaki lokal bercampur dengan jumlah porter guide.

"Dari jumlah yang berhasil diselamatkan, sebagian besar memang merupakan para pendaki asal Thailand," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (30/7/2018).

Namun, Kepala Balai TNGR Sudiyono mengatakan jumlah yang menjadi target evakuasi ada sebanyak 576 orang. Angka tersebut sesuai dengan daftar pendakian selama dua hari, 27-28 Juli 2018.

"Jadi memang dari data yang kita punya, 330 lebih di antaranya warga Thailand,” kata dia.

Sudiyono menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari para pendaki dan porter guide yang bertahan di Danau Segara Anak, setelah gempa bumi yang menyebabkan satu orang meninggal akibat tertimpa longsor batu di jalur Dana Segara Anak-Bukit Pelawangan.

Ia mengatakan, tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan sebagian besar korban yang berada di Danau Segara Anak.

"Untuk sisanya, mereka sekarang sudah sampai pos 2 jalur pendakian resmi Sembalun. Hanya saja masih ada enam orang lagi yang bertahan di sana (Danau Segara Anak)," kata dia.

Saat ini, kata dia, ada enam orang yang masih bertahan di Danau Segara Anak enggan ikut rombongan evakuasi karena secara psikologis masih mengalami trauma. Namum sudah ada tim yang bergerak untuk menjemput enam orang tersebut.

"Untuk evakuasi mereka, rencananya akan dilakukan dengan penjemputan pakai helikopter. Tapi kalau pun cuacanya tidak memungkinkan, penjemputan akan dilakukan lewat jalur darat, mungkin akan ditandu," kata Sudiyono.

Sudiyono juga menyatakan, tim penyelamat juga sudah menuju lokasi untuk menjemput jenazah Muhammad Ainul Takzim (26), staf Balai Litbang LHK Makassar, yang juga masih berada di Danau Segara Anak.

Baca juga artikel terkait GEMPA LOMBOK

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto