Menuju konten utama

Fast Retailing Perbesar Target Pengurangan Emisi di Rantai Pasok

Demi mewujudkan model industri baru, Fast Retailing memperbesar target pengurangan emisi gas rumah kaca dalam rantai pasoknya.

Fast Retailing Perbesar Target Pengurangan Emisi di Rantai Pasok
Koji Yanai, Director Group Senior Executive Officer Fast Retailing Co., Ltd. foto/Dok. Uniqlo.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Fast Retailing, perusahaan induk UNIQLO, mengumumkan sejumlah pencapaian terbarunya dalam implementasi prinsip keberlanjutan melalui forum "LifeWear = A New Industry" yang digelar untuk media dan analis di Jepang pada Kamis (20/11/2025).

Dalam forum tahunan yang sudah digelar kelima kalinya itu, Fast Retailing mengungkapkan berbagai upaya terkini perusahaan dalam membangun model bisnis yang menggabungkan prinsip keberlanjutan dengan orientasi pertumbuhan.

Salah satu langkah yang paling penting ialah keputusan Fast Retailing untuk memperbesar target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) di seluruh rantai pasoknya, yaitu dari 20% menjadi 30% pada tahun fiskal 2030 (berakhir pada Agustus 2030).

Sejalan dengan itu, Fast Retailing telah menjalankan inisiatif terbarunya dalam menelusuri riwayat produk dari awal hingga akhir rantai pasok. Langkah itu diwujudkan melalui proyek pengadaan wol dari peternakan khusus, dengan disertai penguatan standar kesejahteraan hewan, perlindungan lingkungan, hak asasi manusia, dan keselamatan kerja.

Perusahaan pun memaparkan perkembangan upaya mencapai target bidang sustainability di tahun fiskal 2030, dan penerapan kemitraan dengan pabrik pemasok di lokasi produksi.

"Sepanjang tahun fiskal 2025, Fast Retailing secara konsisten melanjutkan upaya untuk mewujudkan visi kami dalam menciptakan industri baru melalui konsep LifeWear," kata Koji Yanai, Group Senior Executive Officer Fast Retailing.

Berkat kolaborasi erat antara perusahaan dengan mitra produksi, Fast Retailing mencapai kemajuan pesat dalam penurunan emisi GRK di rantai pasoknya.

Menurut Koji, perkembangan itu bahkan lebih cepat dari jadwal sehingga perusahaannya menetapkan target pengurangan emisi yang lebih tinggi lagi.

Selain itu, proyek kaos amal PEACE FOR ALL yang diluncurkan pada 2022 terus mendapat dukungan luas dari pelanggan di seluruh dunia. Total donasi yang telah terkumpul mencapai 2,5 miliar yen.

"Tentu kami akan terus menjalankan model bisnis baru ini, yang berpusat pada LifeWear, guna memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia," ujar Koji.

Target Pengurangan Emisi GRK Scope 3 Naik Jadi 30%

Fast Retailing semula mematok target pengurangan emisi GRK di rantai pasoknya sebesar 20% pada tahun fiskal 2030 (dibandingkan level Agustus 2019).

Target penurunan emisi dalam pengolahan bahan baku, pembuatan kain, hingga penjahitan produk UNIQLO dan GU tersebut sudah nyaris terpenuhi saat ini.

Dengan dukungan kuat dari para mitra produksinya, Fast Retailing berhasil mencapai angka penurunan emisi di seluruh rantai pasoknya sebesar 18,6% pada tahun fiskal 2024. Capaian ini membuat perusahaan optimistis mampu mencapai target lebih cepat dari jadwal awal.

Karena itu, Fast Retailing menaikkan target penurunan emisi GRK menjadi 30% pada tahun fiskal 2030. Guna mengejar realisasi target yang sejalan dengan sains ini, perusahaan akan berfokus melakukan berbagai perubahan di level pabrik.

Sejumlah langkah yang direncanakan perusahaan seperti mengurangi pemakaian batu bara, mempercepat transisi ke energi terbarukan, mendorong efisiensi energi, dan meningkatkan penggunaan material produksi dengan emisi GRK yang rendah.

Perencanaan tersebut terbilang realistis jika melihat perkembangan signifikan lainnya dalam upaya Fast Retailing mengejar target keberlanjutan pada tahun fiskal 2030.

Emisi gas rumah kaca (GRK) dari sumber internal, termasuk toko dan kantor utama, turun sebesar 83,3% pada 2024 dibandingkan 2019. Angka ini mendekati target penurunan 90% pada tahun fiskal 2030.

Penggunaan energi terbarukan juga tumbuh hingga 84,7% pada 2024. Capaian ini semakin mendekati target 100% pada tahun fiskal 2030.

Dari segi material, proporsi penggunaan bahan baku beremisi rendah, termasuk daur ulang, telah mencapai 19,4% pada 2025. Adapun targetnya di 2030 sebesar 50%.

Pelaksanaan prinsip berkelanjutan juga menyentuh lini pemasaran. Sejak September 2022 lalu, perusahaan menyediakan RE.UNIQLO STUDIO, layanan perbaikan dan remake pakaian di toko. Layanan ini sudah disediakan oleh 63 toko di 22 negara per Agustus 2025.

Uji coba pemasaran untuk Proyek Pakaian Pre-Owned UNIQLO yang dimulai pada 2023 lalu masih terus berjalan pula di tiga toko di Jepang. Proyek ini merupakan upaya perusahaan dalam memperpanjang usia pakaian.

Penggunaan Wol dari Peternakan Khusus di Australia

Sebagai bagian dari visi bisnis berkelanjutan, pada 2025, Fast Retailing menginisiasi proyek baru dalam penelusuran jejak bahan baku produksinya. Proyek tersebut dijalankan dengan memilih pasokan wol dari peternakan khusus di Australia.

Perusahaan sekaligus merintis program audit untuk memastikan tidak ada isu serius terkait kesejahteraan hewan, dampak lingkungan, hak asasi manusia, hingga keselamatan kerja di peternakan tersebut.

Proyek ini melanjutkan upaya Fast Retailing meningkatkan transparansi di seluruh rantai pasoknya, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produk jadi. Perusahaan menegaskan komitmennya dalam menerapkan standar internal terkait kualitas, pengadaan, struktur produksi, serta aspek lingkungan dan HAM di setiap tahapan.

Fast Retailing sebelumnya juga telah bekerja sama dengan pabrik pemintalan khusus untuk produk berbahan katun serta melaksanakan audit berkala sejak 2023.

Pada 2024, perusahaan menetapkan pemasok untuk produksi produk 100% cashmere, dan sejak fall/winter tahun lalu, mereka mulai menerapkan audit ketertelusuran secara rutin di fasilitas pencucian wol (scouring) dan pabrik pemintalan.

Kontribusi Sosial Fast Retailing

Aspek sosial juga menjadi perhatian perusahaan. Pada 2025, Fast Retailing tercatat sudah menyalurkan donasi sebesar 12,3 miliar yen dan mendistribusikan 5,94 juta produk pakaian sebagai bantuan.

Inisiatif Fast Retailing itu menjangkau 4,85 juta penerima manfaat, termasuk melalui donasi pakaian yang dikumpulkan dari toko untuk pengungsi dan program kemanusiaan lainnya.

Salah satu program sosial Fast Retailing yang terus mendapatkan sambutan positif adalah PEACE FOR ALL. Sejak dirilis pada 2022 lalu, sebanyak 48 kolaborator sudah berpartisipasi dalam program ini.

Hingga akhir Agustus lalu, sebanyak 8,62 juta kaos berhasil terjual melalui program PEACE FOR ALL, dan menghasilkan donasi lebih dari 2,5 miliar yen untuk organisasi mitra.

Sebagai bentuk kepedulian yang berkelanjutan terhadap isu kemanusiaan global, UNIQLO pun mengawali inisiatif baru pada Januari 2025 dengan mendukung program Displacement Film Fund.

Program ini memadukan filosofi Made for All dengan kekuatan sinema untuk menyuarakan kisah para pengungsi ke khalayak lebih luas dan menumbuhkan kesadaran publik terhadap isu tersebut.

Fast Retailing mencapai kemajuan pula dalam keberagaman dan inklusi. Pada tahun fiskal 2025, persentase manajer perempuan mencapai 45,5%, mendekati target 50% pada 2030.

Sementara itu, proporsi manajer non-Jepang meningkat menjadi 53,6% pada periode yang sama. Ini mendukung upaya perusahaan mencapai target 80% pada tahun fiskal 2030.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis