Menuju konten utama

Fahri Hamzah Minta Generasi Muda Indonesia Lebih Kritis

Fahri Hamzah meminta agar pemuda Indonesia memiliki pemikiran kritis jelang dimulainya tahapan pemilu 2019.

Fahri Hamzah Minta Generasi Muda Indonesia Lebih Kritis
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberi sambutan di Mukernas KAKAMMI, Sabtu (3/2). tirto.id/Lalu Rahadian

tirto.id - Ketua Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Fahri Hamzah meminta generasi muda Indonesia tidak sekedar memberi pujian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia juga meminta agar pemuda Indonesia memiliki pemikiran kritis terutama jelang dimulainya tahapan pemilu 2019.

"Jangan lupa ya, Indonesia ini berkali-kali rezimnya itu tumbang oleh puja-puji berlebihan. Nah kita tidak ada lagi lah puja-puji ini. Kita harus kritis mencoba mengkaji secara lebih dalam," kata Fahri di acara Musyawarah Kerja Nasional Keluarga Alumni KAMMI, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Ajakan Wakil Ketua DPR untuk memiliki pemikiran kritis itu bertepatan dengan akan 20 tahun reformasi Indonesia tahun ini.

Untuk merumuskan bentuk implementasi hasil pemikiran kritis yang dimaksud Fahri, ia berjanji akan mengajak beberapa partai politik untuk membicarakannya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah juga menegaskan agar melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah agar pembangunan Indonesia dapat berjalan sesuai arah yang diinginkan. Hal itu terkait aksi mengangkat 'kartu kuning' oleh ketua BEM UI yang dinilai Fahri sebagai komando agar mahasiswa mulai bergerak mengingatkan pemerintah.

"Itu [pemberian kartu kuning] seperti komando buat kita untuk mengingatkan pemerintah dengan metode pergerakan mahasiswa. Yang lain kan [memberi kartu] kuning, kalau saya kebetulan yang ada merah jadi saya keluarin [kartu] merah," kata Fahri di acara Musyawarah Kerja Nasional Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI), Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkap pandangannya mengenai janji-janji Jokowi-JK dan realisasinya selama ini.

Menurut perhitungan Fadli, ada lebih dari 100 janji yang diucapkan Jokowi-JK saat kampanye pemilu presiden 2014. Namun, realisasi dari ratusan janji itu belum semuanya dilakukan.

"Seperti [janji] buy back Indosat, kemudian akan buat Pertamina lebih hebat dari Petronas, belum kelihatan juga tanda-tandanya. Masih banyak contoh lain misal (janji) akan bangun 50 ribu puskesmas. Yang jelas ada sudah Hari Santri Nasional," kata Fadli.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yantina Debora