Wabah Cacar Monyet/Clade

Epidemiolog: Orang dengan Gejala Cacar Monyet Perlu Isolasi 3 Pekan

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 22 Agu 2022 16:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Hal ini berlaku juga bagi orang yang kontak erat dengan orang yang bergejala clade (cacar monyet).
tirto.id - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebut bahwa pemerintah Indonesia perlu mengisolasi orang yang memiliki gejala cacar monyet (clade) selama 3 pekan.

Sedangkan jika ada orang yang kontak dengan orang yang bergejala clade, perlu dikarantina 3 pekan juga.

Hal ini bertujuan untuk menghindari atau upaya mencegah terjadinya penularan dari clade.


"Itu penting dan vital. Karena kalau dia tidak menjalani itu, potensi dia menularkan menjadi besar karena dia bisa kontak dengan orang-orang yang dia jumpai," kata Dicky saat dihubungi Tirto pada Senin (22/8/2022).

Selain itu, ujar dia, kunci untuk mencegah penularannya adalah menemukan kasus sebanyak mungkin. Lalu, orang yang ditemukannya ini baik itu yang terinfeksi ataupun yang kontak, harus segera diisolasi karantina.

Kemudian, lanjut Dicky, untuk orang yang kontak dengan orang yang positif clade pada 2 pekan lalu, orang tersebut harus segera divaksin. Hal ini bertujuan supaya tidak mengalami gejala yang berat atau fatal, bahkan termasuk kemungkinan bisa menularkan.

Adapun dia mengatakan bahwa yang bersangkutan perlu disiplin isolasi karantina 3 pekan. Barang-barang dan peralatan yang digunakan sehari-hari harus benar-benar digunakan sendiri, dibersihkan sendiri, dicuci sendiri, semuanya sendiri dan tidak boleh dengan orang lain. Kecuali dalam kondisi yang parah, tetapi diupayakan seperti itu.

"Karena potensi penularan dari pemakaian atau bersentuhan dengan barang yang dipakai oleh penderita ini sangat potensial untuk terjadi penularan. Nah itu yang harus dicegah gitu ya," terang Dicky.

Dia menjelaskan, penularan clade melalui benda jauh lebih besar dibandingkan COVID-19. Sementara untuk masyarakat umum yang belum tertular, harus melakukan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak gonta-ganti pasangan dalam perilaku seksual, serta menghindari kebiasaan memegang barang-barang yang ada di fasilitas umum.

Dicky menambahkan, jika bepergian menggunakan fasilitas transportasi umum, sebaiknya hindari massa yang penuh dan padat. Kalaupun tidak, biasakanlah pakai jaket dan masker, serta biasakan tidak memegang barang apapun di fasilitas umum. Dan jika sampai tempat kerja atau rumah, biasakan cuci tangan dan ganti bajunya dengan bersih atau membersihkan diri.


"Ini saja sebetulnya yang harus kita lakukan. Kalau ada yang sakit apapun ya, demam, gejala flu, itu jangan dibiarkan masuk kantor, masuk sekolah, dia harus istirahat di rumah. Ini yang disebut sebagai kebiasaan baru tuh seperti itu, apapun penyakitnya, ini yang harus kita lakukan," tutur dia.

Dicky juga mendorong agar masyarakat Indonesia divaksinasi. Dia juga menyebut strategi vaksinasi cacar monyet sama dengan smallpox (cacar).

"Jadi smallpox itu dulu, ya tidak semua masyarakat itu divaksinasi, enggak. Umumnya adalah yang kasus kontak saja, yang berisiko tinggi saja. Jadi tidak harus semua dan itu berhasil kan, efektif," tandas dia.



Baca juga artikel terkait CACAR MONYET atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight