Menuju konten utama
Penyiraman Air Keras KontraS

DPR: Gambar AI Pelaku Penyiraman Andrie Bisa Sesatkan Publik

Habiburokhman mengapresiasi atensi publik terhadap kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus, tetapi ingatkan bahaya salah sasaran pelaku.

DPR: Gambar AI Pelaku Penyiraman Andrie Bisa Sesatkan Publik
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyoroti maraknya penyebaran gambar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diklaim sebagai sosok pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Habiburokhman mengingatkan bahwa disinformasi semacam itu berpotensi mengganggu proses penyidikan sekaligus memicu kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, katanya, penyebaran gambar AI yang tidak terverifikasi justru dapat menimbulkan dampak berbahaya di lapangan.

“Ya saya pikir bisa bahaya ya AI ini apa namanya apabila kita biarkan ya, bahkan kita ikut menyebarkan. Karena bisa membingungkan masyarakat. Yang saya khawatir bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” kata Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, risiko terbesar dari beredarnya gambar AI adalah potensi salah identifikasi pelaku. Dalam situasi emosi publik yang tinggi, hal ini bisa berujung pada tindakan main hakim sendiri.

“Yang saya khawatir bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu kan digebukin rame-rame nanti kan,” ujarnya.

Ia pun mengakui sempat terkecoh oleh gambar yang beredar di media sosial. “Saya saja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran ya, ternyata saya cek saya telepon ‘Oh itu AI Bang’ kata teman-teman di Polri. Jadi apalagi di masyarakat,” kata dia.

Dengan demikian, dia pun meminta kepolisian untuk lebih aktif memberikan klarifikasi kepada publik terkait informasi yang keliru. Respons cepat dinilai penting agar tidak terjadi distorsi informasi di tengah proses penyidikan.

“Saya minta Polri khususnya bidang Humas untuk secara gencar ya meng-counter lalu menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat,” ujar Habiburokhman.

Meski demikian, dia mengapresiasi tingginya perhatian publik terhadap kasus ini. Namun, masyarakat diminta tetap berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Niatnya itu pasti, ya kan nggak ada niat lain-lain masyarakat, niat yang baik tapi berhati-hati. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat serangan berupa siraman air keras yang mengarah kepada fisiknya pada Kamis, 12 Maret 2026 di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.

Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Diketahui, Andrie sempat meninggalkan kantor KontraS pada sore hari untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios).

Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI dan melakukan perekaman siniar hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Usai kegiatan itu, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang.

Di lokasi itulah, dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya.

Baca juga artikel terkait ANDRIE YUNUS AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher