DPP PKB: Sangat Mungkin Cak Imin jadi Cawapres Ganjar

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 28 Jul 2023 13:06 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bila PKB memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP, tentunya akan dikomunikasikan dengan Prabowo Subianto.
tirto.id - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel mengatakan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berpeluang menjadi pendamping Ganjar Pranowo jika PKB berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan Daniel merespons pertemuan Ketua PKB Cak Imin dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di rumah dinas Cak Imin, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2023).

"Sangat mungkin bila Cak Imin ditetapkan sebagai wapresnya Pak Ganjar," kata Daniel saat dihubungi reporter Tirto, Jumat (28/7/2023).

Daniel mengatakan jika PKB memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP, tentunya akan dikomunikasikan dengan Prabowo Subianto, capres yang direkomendasikan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

"Kita tunggu keseriusan yang ada, segala keputusan akan selalu dikomunikasikan ke Pak Prabowo, kok," ucap Daniel Johan.

Cak Imin yang merupakan Ketua Umum PKB sebelumnya mengatakan jika memang ada titik temu antara PKB dan PDIP nantinya akan dibicarakan dengan Prabowo selaku bakal capres yang direkomendasikan KKIR.

"Kalau toh nanti ada titik temu baru antara PDIP dan PKB, tentu saya akan bicarakan ke Pak Prabowo. Kapan dan bagaimana misalnya," ucap Cak Imin.

Ia memastikan saat ini, PKB akan terus berproses, berdinamika, dan berdialektika sampai nanti ada kesimpulan yang serius untuk kemudian dibicarakan dengan prabowo.

"Sejauh ini Pak Prabowo pasti akan selalu menjadi tempat kita berkonsultasi dalam PKB mengambil sikap," tukas Cak Imin.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan PDIP akan selalu terbuka dan menghormati pilihan politik PKB.

"Kami membuka pintu, kami akan selalu bersilaturahmi. Namun, saling menghormati, menghargai terkait dengan apa-apa yang sudah dilakukan atau dijalani oleh semua partai," kata Puan.

Puan mengatakan saling menghargai dan menghormati itu paling penting dibanding ada sekat jarak dengan partai politik lain. Menurut Puan, semuanya itu bisa dibicarakan secara terbuka dengan santai.

Puan mengatakan pesta demokrasi harus gembira. Kalaupun nanti, kata dia, antara PDIP dengan PKB belum menemukan kecocokan, persaudaraan tetap dijaga.

"Karena ada waktunya bertanding, namun ada waktunya untuk bersanding," tutup Puan Maharani.




Baca juga artikel terkait CAK IMIN CAWAPRES atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Reja Hidayat

DarkLight