tirto.id - Bulan Ramadan tahun ini sudah tiba pada tanggal 22 Ramadan 1440H atau Senin, 27 Mei 2019. Keutamaan pada 10 hari terakhir Ramadan akan menjadi pemicu bagi umat Islam untuk terus mengerjakan aktivitas ruhani demi mendapatkan rida Allah dan kemenangan pada saat Idul Fitri mendatang.
Perintah agar umat Islam menunaikan ibadah puasa Ramadan tertuang dalam Surah Al Baqarah ayat 183. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ibadah puasa, berupa menahan lapar dan haus, juga menjauhi hal-hal yang membatalkan, tidak membuat umat Islam mengurangi aktivitas. Sebaliknya, saat puasa, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan membaca Alquran.
Di Kota Bengkulu terdapat berbagai masjid yang dapat digunakan umat Islam sepanjang Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah, antara lain: Masjid AR-RAHMAN. Alamatnya di KEL. PAGAR DEWA RT. 25 RW.05 KEC. SELEBAR. Kedua, Masjid Akbar At-Taqwa. Beralamat di Jl. Soekarno-Hatta, Kel. Anggut Atas Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Ketiga Masjid Baitul Izzah. Letaknya di Jalan Raya Pembangunan Nomor 1 Bengkulu.
Berikut link download jadwal imsakiyah di Kota Bengkulu pada 10 hari terakhir ibadah puasa Ramadan 1440 H:
https://jadwal-imsakiyah.tirto.id/kota-bengkulu
Selain itu, menurut kitab Durratun Nasihin keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadhan seperti diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah (keutamaan) sholat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam hari, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam Ramadan ke-22 adalah terbebaskan dari duka-cita ketika di hari kiyamat nanti..
Tausiah Harian
Meski dilaksanakan pada malam hari, salat tahajud bukanlah penutup salat malam. Salat yang dianjurkan untuk menjadi penutup malam hari adalah witir. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Muslim:
“Jadikan salatmu yang paling akhir di waktu malam berupa salat witir.”
Di Indonesia pada saat Ramadan, witir kerap dilaksanakan langsung setelah tarawih. Ini memunculkan problem tersendiri, yakni ketika seseorang ingin melaksanakan tahajud sesudah itu.
Bolehkah tahajud dilakukan setelah witir? Jika diperbolehkan, apakah setelah tahajud ia disunahkan untuk mengulang witirnya, agar witir tetap menjadi penutup salat malamnya?
Para ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa tahajud setelah witir adalah hal yang boleh-boleh saja dilakukan, sebab perintah untuk menjadikan witir sebagai penutup malam hanyalah perintah yang bersifat anjuran, bukan kewajiban.
Namun, hal yang baik bagi orang yang memiliki niat untuk tahajud adalah mengakhirkan witir agar dilaksanakan setelah tahajudnya dan menjadi penutup salat malamnya. Jika ternyata ia telah melaksanakan witir terlebih dahulu, seperti yang biasa dilakukan pada Ramadan, maka tidak perlu baginya untuk mengulang salat witir.
Penulis: M. Ali Zainal Abidin
Sumber: NU Online http://www.nu.or.id/post/read/106248/shalat-tahajud-setelah-shalat-witir-bolehkah
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id




























