tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa haru yang mendalam saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam. Kehadirannya disambut antusias dengan beragam kejutan yang menurut Presiden merupakan strategi kepemimpinan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Imin.
Prabowo mengaku sangat tersentuh dengan sambutan hangat PKB. Ia menyatakan rasa bahagianya karena PKB secara tegas mendukung arah ekonomi konstitusi yang pemerintahnya usung.
"Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini. Saya terharu karena PKB dalam harlah-nya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita," ucap Prabowo dalam sambutannya.

Presiden turut menyoroti atribut kaos bertuliskan "Prabowonomics" yang dikenakan para kader PKB.
Meski merasa terhormat, Prabowo tampak rendah hati merasa penyematan namanya pada istilah ekonomi tersebut tidaklah pantas.
"Saya juga merasa terharu, saudara memakai kaos 'Prabowonomics'. Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," tuturnya.
Julukan 'Pemimpin Kancil' dan Candaan Akal-Akalan Gus Imin
Suasana di lokasi acara kembali cair saat Presiden melontarkan candaan mengenai persiapan matang PKB.
Ia menduga seluruh rangkaian acara dan seragam khusus kader tersebut merupakan hasil kreativitas Gus Imin. Prabowo kemudian menyejajarkan Gus Imin dan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai dua "pemimpin kancil" di Indonesia.
"Ini akal-akalan Gus Imin kayaknya. Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil: Gus Imin dan Sufmi Dasco," canda Prabowo.
Prabowo pun menyentil kedekatan para pimpinan partai tersebut. Ia bergurau mengenai masa lalu Dasco sekaligus kehadiran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang juga hadir dalam acara tersebut.
"Kalau Pak Dasco sudah jadi profesor, dulu provokator. Kalau gue enggak narik elu, jangan-jangan gue enggak tahu lu ke mana sekarang. Kancil ketiga mungkin Ketua Umum Golkar itu. Kalau orang bertiga berkumpul, wah repot," candanya yang disambut riuh tawa hadirin.
Hadiah Perintah Ijtima Ulama dan Komitmen Ekonomi Konstitusi
Selain suasana hangat, Prabowo memberikan apresiasi tinggi terhadap Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia yang dibacakan dalam acara tersebut.
Dokumen yang berisi dukungan terhadap langkah strategis pemerintah itu dianggap sebagai perintah sekaligus hadiah bagi dirinya. Prabowo menekankan bahwa rekomendasi tersebut sangat selaras dengan keyakinannya terhadap Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Menurutnya, amanah tersebut menjadi pengingat agar negara tetap berjalan dalam koridor konstitusi dan tata kelola yang baik.
"Luar biasa. Ini perintah lagi ini. Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya, saudara-saudara sekalian. Memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola yang baik," kata Presiden.
Prabowo menambahkan bahwa ia merasa terhormat mendapatkan dukungan yang bersifat instruktif dari para ulama.
Ia bahkan mengajak partai-partai lain untuk mencontoh pola dukungan yang diberikan PKB.
"Saya terima kasih. Hari ini, tahun lalu saya dapat perintah, tahun ini saya dapat hadiah yang bersifat perintah juga. Ini partai-partai lain perlu belajar dari PKB," tegas Prabowo.
Di hadapan para kader PKB, Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa kekayaan bumi, air, dan sumber daya alam Indonesia harus dikuasai negara agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. Ia tidak ingin kekayaan negara terus-menerus dibawa ke luar negeri.
Ia mengungkapkan, telah menangkap semangat perjuangan yang dipahami oleh PKB dan partai-partai dalam koalisi pemerintahannya.
"Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti. Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini," jelasnya.
Pujian Prabowo Atas Kecerdikan Strategi Politik PKB
Prabowo turut melayangkan pujian khusus atas kecerdikan PKB dalam menjalankan organisasi dan membangun kedekatan dengan presiden.
Ia mengakui bahwa PKB memiliki kemampuan unik dalam merancang agenda politik yang memberi kesan mendalam bagi dirinya.
"PKB ini memang boleh juga. Ilmu PKB boleh juga. Saya ini kalau hadir acara harlah-harlah apa, habis itu saya dikasih rekomendasi Ijtima Ulama. Ini hebat PKB. Luar biasa," terang Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































