Menuju konten utama

Di Harlah PKB, Prabowo: Hati PDIP Sebetulnya Sama dengan Kita

Sebut perbedaan politik hanya dinamika sesaat, Prabowo lempar kode keras ajak PDIP gabung pemerintah.

Di Harlah PKB, Prabowo: Hati PDIP Sebetulnya Sama dengan Kita
Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Negara. Doc: Instagram/Prabowo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa seluruh partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah saat ini memiliki pemahaman dan semangat yang sama terkait arah pembangunan ekonomi nasional.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa agenda ekonomi konstitusi kini telah menjadi komitmen bersama seluruh partai pendukung pemerintah.

Prabowo menyoroti keselarasan visi ekonomi yang bersandar kokoh pada cita-cita pendiri bangsa dan amanat UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34. Menurutnya, arah baru ekonomi Indonesia yang berfokus pada kemandirian, industrialisasi, serta pemerataan kesejahteraan rakyat telah dipahami sepenuhnya oleh para mitra koalisinya di pemerintahan.

"Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti. Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini," ujar Prabowo di hadapan ribuan kader PKB.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara khusus menyinggung posisi PDI-Perjuangan (PDIP).

Meskipun secara struktur partai saat ini tidak berada dalam koalisi yang sama, Prabowo meyakini bahwa di dalam hati nuraninya, PDIP memiliki semangat patriotisme yang sejalan dengan cita-cita bangsa.

Yakni, membebaskan diri dari ketergantungan ekonomi asing dan praktik-praktik yang merugikan negara.

Prabowo menegaskan, keyakinannya bahwa hati PDIP sama dengan dirinya dan koalisinya didasari pada sosok Soekarno alias Bung Karno, yang merupakan Ayahanda Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ia meyakini, sebagai partai yang menjunjung tinggi pemikiran Sang Proklamator, PDIP punya akar ideologi yang sama dalam menjaga konstitusi negara.

"PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita. Benar. Coba cek. Digali hatinya. Sebetulnya sama. Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama," jelas Prabowo.

Sinyal Bergabung Kembali Setelah Kontestasi Selesai

Prabowo pun memberikan sinyal positif terkait masa depan hubungan politik dengan partai berlambang banteng tersebut.

Prabowo percaya, sebagai sesama kekuatan politik yang menjunjung tinggi nasionalisme dan kedaulatan bangsa, PDIP akhirnya akan memberikan dukungan bagi langkah-langkah pemerintah dalam membela kedaulatan negara.

Ia menilai perbedaan posisi politik saat ini hanyalah dinamika demokrasi yang akan melunak seiring berjalannya waktu.

"Dan di ujungnya saya percaya PDIP pun akan membela negara dan bangsa Indonesia. Itu insting saya. Kata hati saya. Karena kita semua adalah patriot. Semua bangsa Indonesia," tambahnya dengan nada optimistis.

Prabowo menegaskan bahwa perbedaan posisi dalam kontestasi politik adalah hal yang wajar dalam alam demokrasi.

Ia memandang kritik yang datang, termasuk dari pihak di luar koalisi, harus dimaknai sebagai upaya untuk memperbaiki bangsa.

Namun, jika sudah menyangkut kepentingan rakyat dan kedaulatan negara, Prabowo meyakini seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik akan bersatu padu.

"Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," tegas Presiden.

Filosofi Perwira Remaja dan Kesetiaan pada Ibu Pertiwi

Dalam pidato yang juga dipenuhi candaan tersebut, Prabowo kembali menekankan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menyakiti pihak mana pun.

Ia justru ingin merangkul semua kekuatan agar bangsa Indonesia dapat berdiri tegak dan tidak mudah diintervensi oleh pihak asing.

Keyakinan Prabowo terhadap loyalitas partai-partai di Indonesia berakar pada pandangannya bahwa setiap partai politik di negeri ini pada dasarnya adalah anak bangsa yang setia kepada Ibu Pertiwi.

Ia mengibaratkan para perwira muda yang sujud kepada orang tuanya usai dilantik sebagai simbol pengabdian tertinggi, di mana ujung dari setiap perjuangan bangsa adalah loyalitas kepada tanah air.

"Enggak mungkin ada anak yang tidak setia kepada Ibu Pertiwi. Anda lihat kemarin pelantikan Praspa. Perwira baru dilantik sujud dan cium kaki ibunya. Perwira Indonesia ujungnya adalah sujud kepada Ibu Pertiwi. Setia," tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah