tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyerukan agar semua pihak terkait di Jawa Tengah (Jateng) aktif terlibat dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Bapak ibu sekalian saya ajak berjihad untuk menghadirkan data yang akurat. Ini jihad kok bapak ibu sekalian. Ini mari kita jihad," kata Gus Ipul di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/11/2025).
Selama ini, Gus Ipul telah rutin mendatangi berbagai daerah untuk memperkuat koordinasi teknis dalam pemutakhiran DTSEN. Langkah ini bagian dari upaya mewujudkan data akurat sebagai dasar program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan yang tepat sasaran.
Tak hanya di Jateng, di banyak wilayah, Gus Ipul juga aktif mengajak pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan untuk menjadi motor pengentasan kemiskinan berbasis DTSEN.
Dia menegaskan, perlu ada komitmen kuat sekaligus tekad dan mekanisme kerja yang bisa memastikan kolaborasi pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dapat berjalan dengan baik dalam pemutakhiran DTSEN.
Gus Ipul menambahkan, semua program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan akan terintegrasi jika rujukan datanya sama. "Kalau kita lakukan pemutakhiran terus-menerus, saya percaya, yakin bahwa data kita makin akurat," lanjut dia.
Menurut Gus Ipul, pemerintah pun terbuka pada usulan, kritik, maupun saran dari seluruh pihak. Adapun Kemensos bersama semua pemangku kepentingan kini berusaha keras untuk bersama-sama memperbaiki data dalam DTSEN.
"Untuk itu, kita perlu memang partisipasi masyarakat," jelas dia.
Secara formal, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT, RW, desa atau kelurahan, hingga pemerintah daerah dan Kemensos.
Selain itu, Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya membangun data akurat yang terintegrasi tersebut.
"[Partisipasi masyarakat] Bisa lewat aplikasi, bisa lewat call center, sekarang juga mungkin nanti akan ada lagi lewat nomor WA. Yang semua itu dalam rangka membuka saluran agar masyarakat mudah menjangkau ketika melakukan usulan atau memberikan usulan dan juga menyanggah atas data-data yang ada," kata Gus Ipul menerangkan.
Di samping itu, Gus Ipul juga mempertimbangkan setiap keluhan yang disampaikan melalui media sosial, dan memastikan masukan tersebut bakal diproses lebih lanjut.
"Kita lakukan verifikasi, kita lakukan validasi dan kita kirimkan ke BPS. Setiap kita temukan usulan dari mana pun datangnya, selalu kita tindaklanjuti dengan ground check [verivikasi di lapangan], kita tindaklanjuti dengan verifikasi dan validasi sesuai sumber daya dan kemampuan yang kami miliki," kata dia.
"Alhamdulillah hari ini sudah koordinasi bagus, mudah-mudahan ke depan lebih bagus lagi," tambahnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengungkapkan bahwa data bukan sekadar angka, melainkan aspek krusial dalam pengambilan keputusan.
"Biaya pengelolaan data mungkin tidak murah, tapi untuk membangun tanpa data yang valid jauh lebih mahal dan penuh resiko, maka kebijakan yang dihasilkan tidak akan tepat sasaran," kata Taj Yasin.
Maka dari itu, dia mendorong semua pihak terkait di Jateng untuk memperkuat penyediaan, pemadanan, dan pemutakhiran data secara berkelanjutan.
Taj Yasin mengingatkan, berdasarkan Inpres tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), semua program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota mesti merujuk pada DTSEN.
"Pemerintah Jawa Tengah dan BPS RI telah menandatangi nota kesepahaman tentang penyediaan dan pemanfaatan data statistik sebagai dasar pembangunan daerah," kata dia.
Menurut Taj Yasin, Pemprov Jateng menargetkan pemadanan dan pemutakhiran data 38,2 juta warga beserta pemeringkatannya dari desil 1 sampai 10 bisa tuntas pada Januari 2026 mendatang.
"Apabila target ini tercapai, manfaatnya akan sangat signifikan, sehingga intervensi kemiskinan ekstrem bisa tepat sasaran. Sehingga pengentasan kemiskinan ini akan lebih masif lagi yang selama ini kita kerjakan di Jawa Tengah," ujar dia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































