Diduga Terlibat Peretasan Kru Narasi, Polri Didesak Usut Anggotanya

Sumber: Antara, tirto.id - 28 Sep 2022 15:22 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Usman Hamid menilai jika kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, maka kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi.
tirto.id - Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta Polri mengusut dugaan anggotanya yang melakukan peretasan terhadap data jurnalis Najwa Shihab dan karyawan Narasi TV.

“Saya kira yang harus diperhatikan harus diusut oleh kepolisian, termasuk siapa saja. Apakah ada pejabat kepolisian yang terlibat dalam peretasan tersebut?” kata Usman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Bahkan, kata dia, dalam perkara ini, informasi yang beredar itu cukup serius bahwa serangan terhadap Narasi TV karena mengkritisi kepolisian dalam kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Ferdy Sambo.

“Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi,” kata Usman yang juga Dewan Pakar Peradi ini.

Adapun langkahnya, kata Usman, kepolisian proaktif mengusut siapa akun-akun pribadi dari pekerja Narasi TV.

Usman Hamid mengatakan bahwa terdapat peredaran informasi yang menyuarakan serangan terhadap Narasi TV ini oleh orang-orang dalam kepolisian.

“Saya kira dari Divisi Informatika atau Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mungkin perlu ditelusuri karena diduga dilakukan oleh pejabat teras kepolisian melalui pemanfaatan rekanan-rekanan internal kepolisian, terutama perusahaan jasa telekomunikasi itu,” kata dia.

Ke depan, kata Usman, hal ini tidak boleh lagi terjadi dan dibiarkan aksi peretasan terhadap data pribadi masyarakat.

Dalam hal ini, kata dia, perusahaan-perusahaan penyedia jasa informasi yang digunakan perangkatnya oleh para pekerja Narasi TV harus bekerja sama dan ikut secara proaktif bongkar penyerangan terhadap akun Narasi ini.

“Hal itu termasuk mereka harus membuka dan bekerja sama apakah ada keterlibatan orang-orang kepolisian menyerang akun-akunnya pekerja Narasi," ucapnya.


Baca juga artikel terkait NARASI TV atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Hukum)

Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz

DarkLight