tirto.id - Layanan transportasi berbasis aplikasi smartphone Uber mengalami kerugian sekitar $1 miliar per tahun di Cina, yang merupakan buntut dari ketatnya persaingan dengan layanan serupa, Didi Chuxing.
Salah satu penyebab sulitnya Uber untuk bersaing denga Didi karena ketatnya aturan penggunaan internet di Cina, di mana Google tidak beroperasi di wilayah tersebut. Sebagai catatan, aplikasi Uber menggunakan basis Google Map.
Selain itu, pembayaran layanan penggunaan kartu kredit, seperti yang biasa digunakan oleh Uber tidak populer di Cina mengingat penetrasi kartu kredit di negara tersebut masih rendah. Masyarakat Cina lebih suka menggunakan menggunakan fasilitas pembayaran yang disediakan oleh aplikasi chatting yang populer di negara itu WeChat untuk membayar layanan yang mereka gunakan.
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
Masuk tirto.id



























