tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka peluang untuk kembali menerbitkan Patriot Bond. Pertimbangan itu dibuat atas ramainya minat dari para pengusaha yang ingin mengoleksi obligasi dana kekayaan negara (sovereign wealth fund/SWF) Indonesia itu.
"Saya pikir, siapa yang tahu (akan ada penerbitan Patriot Bond lanjutan). Tapi, yang paling penting adalah memastikan proyek memberikan dampak besar secara ekonomi," ujar CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam wawancara bersama Bloomberg TV, dikutip Kamis (2/10/2025).
Meski begitu, keputusan apakah Patriot Bond lanjutan akan kembali diterbitkan atau tidak, harus terlebih dulu melihat efektivitas pemanfaatan dana yang telah digalang melalui surat utang tersebut. “Diskusinya bukan soal berapa banyak obligasi yang diterbitkan, tapi bagaimana dananya digunakan,” ucap dia.
Keberhasilan penerbitan Patriot Bond akan ditentukan oleh pelaksanaan proyek yang sesuai target dan tepat sasaran, memberikan dampak besar, khususnya dalam tata kelola mengubah sampah menjadi sumber energi (waste to energy), serta efektif untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Sementara itu, sejalan dengan rangkaian penerbitan Patriot Bond perdana, Danantara telah mengajukan izin registrasi penerbitan obligasi Patriot kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tahapan ini sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 7/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
“Saya pikir, (tahapan penerbitan Patriot Bond) itu sudah selesai. Hari ini sebenarnya sudah diregistrasi (di OJK), jadi dalam beberapa minggu ke depan (seluruh proses) akan selesai. Tapi, sebenarnya diskusi tentang Patriot Bond sudah selesai, dan kami sangat senang bahwa ada banyak minat dari pengusaha di negara kami,” lanjut Pandu.
Diberitakan sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, membeberkan permintaan terhadap penerbitan Patriot Bond senilai Rp50 triliun sudah terpenuhi (fully subscribe). Sejalan dengan itu, tender proyek Waste to Energy yang dibiayai oleh hasil dari penerbitan obligasi Patriot itu pun bisa dimulai pada akhir bulan ini.
“Harapannya pada akhir Oktober ini kita akan mulai proses untuk tendernya, untuk waste to energy. Tapi untuk Patriot Bond itu sudah selesai ya," katanya, saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Sebagaimana diketahui, patriot bond merupakan instrumen surat utang yang diterbitkan melalui private placement kepada sekelompok investor terpilih, terutama konglomerat dan kelompok usaha besar di Indonesia. Instrumen ini terdiri dari dua seri dengan tenor 5 tahun dan 7 tahun, serta kupon bunga 2 persen yang jauh di bawah suku bunga acuan Bank Indonesia dan yield obligasi pemerintah.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id

































