Menuju konten utama

Dana Investasi Rp1,67 Miliar Raib dalam 2 Hari Usai Diretas

Dalam sekejab dana investasi itu hanya tersisa Rp16,4 juta karena akun RDN ibunya diretas.

Dana Investasi Rp1,67 Miliar Raib dalam 2 Hari Usai Diretas
ilustrasi peretasan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Natasha dengan akun Instagram pribadi @natashammei, menceritakan uang hasil kerja ibunya selama 35 tahun yang diinvestasikan pada instrumen saham hampir ludes hanya dalam dua hari bursa.

Pada 18 November 2024, dana dengan total nilai Rp1,67 miliar yang ditanamkan ibunya pada saham-saham blue chip itu masih tersimpan di Rekening Dana Nasabah (RDN) di salah satu perusahaan sekuritas yang tidak mau ia sebutkan namanya.

Namun, hanya selang sehari perdagangan, tepatnya di 19 November 2024, dana investasi itu hanya tersisa Rp16,4 juta karena akun RDN ibunya diretas.

“Sampai sekarang kita masih berproses si, cukup melelahkan lah ya. Karena kan udah 10 bulan lah, hampir setahun kan, dan masih belum ada kejelasan sampai sekarang. (Belum kelihatan ujungnya di mana) belum,” kisah Natasha, dikutip akun YouTube Leon Hartono, Kamis (25/9/2025).

Perempuan 24 tahun itu mengisahkan, dalam proses raibnya uang yang telah disiapkan ibunya untuk dana pensiun itu baru disadari ketika ada transaksi pembelian saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil (small cap) atau waran. Transaksi itu menjadi lampu kuning orang-orang rumahnya karena baik ibu atau ayahnya selalu berinvestasi di saham-saham blue chip, khususnya bank-bank besar.

“Jadi, kalau invest saham pun selalu blue chip, especially big bank, ya. Bonyok (bokap, nyokap) gua, both punya akun masing-masing, main, dan mereka berdua tuh saling info. Mainnya aman lah, ya. Terus ngelihat transaksi, kok saham-saham aneh semua, nggak pernah dengar namanya. Jadi, satu rumah shock banget si pas itu,” ujar dia.

Sebaliknya, saham-saham blue chip yang telah dikoleksi ibunya sejak lama dijual dengan harga yang sangat murah. Setelah menyadari ada transaksi tak wajar dari akun RDN ibunya, Natasha dan ayahnya lantas menghubungi salah satu agen penjualan (sales) dari perusahaan sekuritas tersebut.

Namun, sama sepertinya, sang sales juga kebingungan karena merasa belum pernah ada kejadian seperti yang dialami ibu Natasha.

“Nominal awalnya tuh, as a value, ya, itu di Rp1,69 miliar sisanya Rp16,4 juta-an, nggak sampai 1 persen. (Dana dalam bentuk) campuran, kebanyakan RDN sik arena kan mau withdraw kan ceritanya. Cash-nya mungkin sekitar Rp1,4 juta, Rp1,3 juta ya. Terus, di saham tuh saham big banks, BBCA, BBNI, BBRI itu di 200-an (lot) kalau nggak salah,” bebernya.

Kendati sudah berjalan hampir satu tahun, Natasha masih berharap perusahaan sekuritas yang bersangkutan dapat memberikan iktikad baiknya. Sebab, proses penanganan kasus ini seolah jalan di tempat, meskipun ia sudah mencoba menghubungi salah satu direktur di perusahaan sekuritas tersebut.

“Kita udah ketemu dengan direktur dari sekuritas tersebut tuh 2 kali, tatap muka ya. Dan gue sebelum ke sini juga gue sudah izin ya (melalui WhatsApp), gue akan menyuarakan kasus gue ini di sini. Gue udah telepon 2 kali, gak diangkat. Gue juga udah kasih pesan singkat juga, gue bilang gue bakal izin dateng, dan belum ada tanggapan sampai sekarang,” ucap Natasha.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra