tirto.id - Produsen keripik asal Jepang, Calbee, mengumumkan akan mengubah kemasan produknya jadi hitam putih. Calbee menyebut keputusan ini merupakan dampak gangguan rantai pasok akibat Perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel.
Keputusan tersebut sebelumnya telah dirilis Calbee pada Selasa (12/5/2026). Menurut mereka, keputusan ini bersifat sementara dan dilakukan demi menjaga ketersediaan produk di pasaran.
“Calbee, Inc. mengumumkan hari ini bahwa kami akan merevisi spesifikasi kemasan produk-produk tertentu untuk sementara sebagai respons terhadap ketidakstabilan pasokan yang memengaruhi bahan baku tertentu di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” tulis rilis resmi perusahaan itu.
Calbee menyebut keputusan ini mulai berdampak pada produk di pasaran mulai 25 Mei 2026. Pada tanggal itu, sebanyak 14 produk milik perusahaan akan memiliki desain kemasan dalam warna hitam dan putih.
Dalam rilis yang dikeluarkan perusahaan, desain kemasan baru dengan warna hitam putih yang ditampilkan, menunjukkan penggunaan palet warna antara hitam, abu-abu, dan putih sepenuhnya.
Desain yang tampak seragam ini membuat konsumen keripik ini perlu lebih jeli dalam membaca kata-kata dalam kemasan. Sebelumnya, rasa keripik yang ditampilkan bisa dengan mudah diasosiasikan melalui warnanya, namun hal itu lebih sulit dilakukan dalam desain yang baru.
“Kami memohon pengertian dan dukungan Anda,” kata Calbee kepada konsumennya di Jepang, sembari menjamin kualitas makanan di dalamnya tidak akan berubah.
Calbee Tidak Merinci Rantai Pasokan yang Terkendala
Perusahaan pembuat camilan itu tidak merinci bahan baku apa tepatnya yang menyebabkan hal tersebut. Sementara itu, seturut CNN, juru bicara Pemerintah Jepang menyebut bahwa mereka “belum menerima laporan tentang masalah pasokan langsung terkait tinta cetak atau nafta”.
Juru bicara tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk bertemu Calbee. Menurutnya, pemerintah akan membahas situasi dampak perang juga berupaya menyelesaikan ketidakseimbangan pasokan.
Calbee bukan satu-satunya perusahaan yang terpaksa mencari solusi atas dampak gangguan pasokan bahan baku akibat perang di Asia Barat. Sejak AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari, Selat Hormuz ditutup Iran secara de facto, membuat jalur penting perdagangan dunia ini relatif lumpuh.
Meski bukan satu-satunya, sektor minyak bumi dan petrokimia jadi salah satu sektor yang paling terdampak. Negara-negara Asia kini mulai kesulitan mendapatkan pupuk. Arus ekspor dari dan ke negara teluk terhambat, membuat sejumlah negara macam India tak bisa menjual pasokan berasnya ke kawasan itu. Hambatan juga terjadi pada layanan kargo udara, seiring Asia Barat jadi salah satu jalur transit penting.
Di Indonesia, gangguan pada pasokan bahan baku juga telah berdampak pada kenaikan harga plastik. Pasar plastik di Indonesia sempat mengalami kepanikan imbas kelangkaan bahan baku akibat terputusnya jalur distribusi di Asia Barat.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id



























