tirto.id - Daftar tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2025 terdiri dari 20 pemain putra-putri. Jumlah itu terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri.
SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember. Terdapat 54 cabor yang akan digelar termasuk badminton atau bulu tangkis. Sesuai jadwal, cabor badminton di SEA Games 2025 akan digelar di Pathum Thani.
Cabor SEA Games sendiri akan menggelar dua nomor yaitu individu dan beregu. Nomor individu akan memainkan lima sektor yaitu tunggal putra (MS), tunggal putri (WS), ganda putra (MD), ganda putri (WD), dan ganda campuran (XD). Sedangkan di nomor beregu akan menghadirkan laga untuk sektor putra dan putri.
Indonesia menurunkan 20 pemain untuk cabor SEA Games 2025. Tidak semuanya merupakan pemain andalan, tapi mayoritas adalah pemain yang di atas kertas bisa bersaing memperebutkan medali emas.
Para pemain putra yang diturunkan terdiri dari perpaduan pemain senior dan junior. Mereka adalah Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Yohanes Saut Marcellyno, Prahdiska Bagas Shujiwo, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Sabar Karyaman Gutama, Moh Reza Pahlevi Isfahani, Jafar Hidayatullah, dan Amri Syahnawi.
Demikian pula dengan sektor putri yang memadukan pemain senior dan junior. Di antaranya adalah Putri Kusuma Wardani, Gregoria Mariska Tunjung, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Nita Violina Marwah.
Dari nama-nama tersebut, para pemain seperti Alwi, Ubed, Saut, dan Prahdiska adalah mereka yang bermain di sektor tunggal putra. Kemudian dari sektor tunggal putri ada Putri, Gregoria, Mutiara, dan Dhinda.
Dua pasangan ganda campuran yang siap berlaga adalah Sabar/Reza dan Leo/Bagas. Lalu dua ganda putri adalah Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi. Sedangkan di sektor ganda campuran ada Jafar/Felisha dan Amri/Nita.
Namun perpaduan pemain di sektor ganda tersebut bisa saja berubah ketika main di nomor beregu. Misalnya saja Sabar bermain dengan Bagas atau Rachel kembali berpasangan dengan Meilysa. Semua tergantung dengan kebutuhan strategi dan melihat kualitas tim lawan.
Sayangnya, Indonesia tidak bisa membawa beberapa pemain lainnya. Seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka tidak bisa bergabung karena alasan berbeda.
Jojo urung bergabung karena perlu waktu istirahat setelah secara beruntun mengikuti BWF World Tour 2025 di tiga benua. Sejak September lalu Jojo memang ikut enam turnamen berbeda di tiga benua.
Jojo ikut bermain di China Masters Super 750 (16-21 September), Korea Open Super 500 (23-28 September), Denmark Open Super 750 (14-19 Oktober), French Open Super 750 (21-26 Oktober), Hylo Open Super 500 (28 Oktober-2 November), dan Australian Open Super 500 (18-23 November). Hasilnya Jojo juara di Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open.
Ginting di sisi lain batal ikut karena menantikan kelahiran sang buah hati. Fajar juga tidak bisa ikut karena melangsungkan pernikahan pada 29 November. Sedangkan Fikri dikabarkan telah memiliki jadwal melaksanakan ibadah umroh.
Oleh karena itu PP PBSI menyiasati dengan memanggil Sabar dan Reza. Selain itu Gregoria pada akhirnya juga masuk ke dalam daftar skuad.
"Penambahan nama ini dilakukan dengan pertimbangan teknis dan strategis agar tim Indonesia memiliki komposisi terbaik dalam upaya meraih target dua medali emas di ajang SEA Games 2025. Hal ini merupakan langkah kami untuk berkomitmen dan mendukung penuh program dan kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam mewujudkan target nasional perolehan dua medali emas di ajang SEA Games XXXIII Tahun 2025," kata Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI di website PBSI.
https://pbsi.id/2025/11/28/pbsi-siap-penuhi-target-yang-diberikan-menpora-untuk-sea-games-xxxiii-2025/
Indonesia memang perlu menjaga tren medali emas mereka di ajang SEA Games. Sejak tahun 1977, Indonesia tidak pernah absen meraih medali emas di nomor individu. Khusus di nomor beregu, Indonesia juga nyaris selalu meraih medali emas kecuali tahun 2021.
Capaian terbaik Indonesia terjadi di SEA Games 1981, 1987, 1997, dan 2007. Dalam empat edisi itu seluruh medali emas baik dari nomor individu maupun beregu diborong oleh Indonesia.
Pada SEA Games 1981 di Filipina, lima medali emas nomor individu diraih oleh Liem Swie King (MS), Verawaty Fajrin (WS), Rudy Heryanto/Kartono (MD), Ruth Damayanti/Verawaty Fajrin (WD), dan Rudy Heryanto/Imelda Wiguna (XD). Lalu di SEA Games 1987 Indonesia, medali emas diraih Icuk Sugiarto (MS), Elizabeth Latief (WS), Eddy Hartono/Liem Swie King (MD), Rosiana Tendean/Verawaty Wiharjo (WD), dan Eddy Hartono/Verawaty Wiharjo (XD).
Sapu bersih medali emas juga diraih Indonesia di SEA Games 1997 di kandang sendiri. Kala itu medali emas diraih Hariyanto Arbi (MS), Mia Audina (WS), Sigit Budiarto/Candra Wijaya (MD), Eliza Nathanael/Zelin Resiana (WD), dan Candra Wijaya/Eliza Nathanael (XD).
Terakhir pada tahun 2007 saat SEA Games digelar di Thailand. Saat itu medali emas nomor individu diraih oleh Taufik Hidayat (MS), Maria Kristin Yulianti (WD), Markis Kido/Hendra Setiawan (MD), Vita Marissa/Liliyana Natsir (WD), dan Flandy Limpele/Vita Marissa (XD).
Secara keseluruhan, tim badminton Indonesia telah meraih 119 medali emas (individu dan beregu) serta menjadi yang terbanyak dibandingkan negara lainnya. Selain itu ada 80 medali perak dan 44 medali perunggu yang diraih oleh para pemain badminton Indonesia.
Daftar Pemain Badminton Indonesia di SEA Games 2025
Berikut daftar pemain badminton Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025:
Putra
- AlwiFarhan
- MohZakiUbaidillah
- Yohanes Saut Marcellyno
- Prahdiska Bagas Shujiwo
- Leo RollyCarnando
- Bagas Maulana
- Sabar KaryamanGutama
- MohRezaPahleviIsfahani
- JafarHidayatullah
- Amri Syahnawi
Putri
- Putri Kusuma Wardani
- Gregoria Mariska Tunjung
- Mutiara Ayu Puspitasari
- Ni KadekDhindaAmartyaPratiwi
- Febriana Dwipuji Kusuma
- Meilysa Trias Puspitasari
- RachelAllessyaRose
- FebiSetianingrum
- FelishaAlbertaNathanielPasaribu
- Nita Violina Marwah
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id

































